Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Warga Mempawah Curiga Kuburan Bayi di Pemakaman Tionghoa, Polisi Temukan Bangkai Anjing

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 29 Juni 2026 | 10:30 WIB
Anggota Polsek Sungai Pinyuh memeriksa gundukan tanah di Kompleks Pemakaman Tionghoa Seliung Dalam yang sempat diduga berisi jasad bayi sebelum dipastikan berisi bangkai anjing peliharaan. (ISTIMEWA)
Anggota Polsek Sungai Pinyuh memeriksa gundukan tanah di Kompleks Pemakaman Tionghoa Seliung Dalam yang sempat diduga berisi jasad bayi sebelum dipastikan berisi bangkai anjing peliharaan. (ISTIMEWA)

MEMPAWAH-Gundukan tanah yang diduga berisi jasad bayi di Kompleks Pemakaman Tionghoa Seliung Dalam (Se Jin Kong), Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Sabtu (27/6), sempat menghebohkan warga sebelum polisi memastikan isi kuburan tersebut adalah bangkai seekor anjing peliharaan.

Kecurigaan warga muncul karena gundukan tanah yang terlihat masih baru itu ditutup menggunakan kain lampin bayi sehingga memunculkan dugaan adanya penguburan bayi.

Polisi Periksa Lokasi

Laporan pertama disampaikan anggota Yayasan Cong Sen Sah kepada Ketua Damkar Jaguar, Tjia Kim Piau atau Apiau, sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Pemkab Mempawah Bentuk BUMD Kijing Maritim Logistik untuk Optimalkan Pelabuhan Kijing

Saat menerima informasi, Apiau sedang berada di luar lokasi sehingga segera menghubungi Bhabinkamtibmas untuk meminta tindak lanjut.

Atas arahan Bhabinkamtibmas, laporan diteruskan kepada petugas piket Polsek Sungai Pinyuh yang kemudian mendatangi lokasi bersama pengurus yayasan dan warga.

Selain itu, Apiau juga meminta Ketua Yayasan Arif Sejahtera sekaligus Ketua Pengurus Pemakaman Tionghoa Sungai Pinyuh, Bun Sau Khong, membuat laporan resmi ke Polsek Sungai Pinyuh.

Di hadapan aparat kepolisian dan warga, gundukan tanah tersebut dibongkar untuk memastikan isinya.

Baca Juga: Warga Pontianak Timur Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Tepian Sungai Kapuas, Polisi Selidiki Kasus

Hasil pemeriksaan menunjukkan dugaan adanya jasad bayi tidak terbukti karena yang dikuburkan ternyata seekor anjing peliharaan.

Imbau Koordinasi Sebelum Mengubur Hewan

Apiau mengatakan laporan segera dilakukan karena kondisi gundukan masih baru dan penggunaan kain lampin bayi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Warga khawatir itu kuburan bayi karena ditutup kain lampin. Oleh sebab itu mereka memilih melapor kepada yayasan dan kepolisian agar dapat dipastikan," ujarnya.

Baca Juga: Pria Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anjing di Penjaringan, Polisi Tangkap Pelaku

Ia menghormati niat pemilik yang ingin menguburkan hewan peliharaannya secara layak, namun menilai lokasi penguburan tidak tepat karena berada di area pemakaman umum warga Tionghoa yang dikelola yayasan.

Menurutnya, anjing tersebut kemungkinan merupakan hewan peliharaan yang sangat disayangi, bahkan diduga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Apiau mengingatkan setiap penguburan di kawasan pemakaman umum sebaiknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengelola agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan masyarakat.

"Kami menghormati siapa saja yang ingin menguburkan hewan peliharaannya dengan layak. Tetapi jangan sampai dilakukan di area pemakaman manusia. Jika sebelumnya berkoordinasi dengan pihak yayasan, tentu bisa dicarikan lokasi yang sesuai sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat," tegasnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya komunikasi dengan pengelola kawasan pemakaman sebelum melakukan penguburan agar tidak memicu dugaan yang meresahkan warga. (wah)

Editor : Hanif
#gundukan tanah #mempawah #jasad bayi #pemakaman #bangkai