Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ekspor Perdana Terminal Kijing Mempawah Jadi Momentum Dongkrak Investasi Daerah

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:20 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Bupati Mempawah Erlina resmikan ekspor perdana peti kemas dari Pelabuhan Kijing.
Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Bupati Mempawah Erlina resmikan ekspor perdana peti kemas dari Pelabuhan Kijing.

PONTIANAK POST — Bupati Mempawah, Erlina, mengatakan ekspor perdana peti kemas melalui Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ekspor perdana ini merupakan kabar baik bagi Kabupaten Mempawah. Sebab, Terminal Kijing akan menjadi pintu ekspor yang akan memberikan dampak positif terhadap sektor jasa, perdagangan, transportasi, dan berbagai usaha lainnya yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya saat menghadiri pelepasan ekspor perdana ratusan peti kemas melalui Terminal Kijing, Mempawah, Senin (29/6), yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, serta dihadiri Direktur Komersial PT Pelindo, Farid Padang, beserta jajaran pejabat PT Pelindo dan tamu undangan lainnya.

Erlina menilai posisi strategis Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit menjadi modal penting dalam menarik investasi dan mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha di Kabupaten Mempawah.

Baca Juga: Ekspor Perdana ke Pasar Internasional, Terminal Kijing Mencatatkan Throughput 1,5 Juta Ton

“Semoga ke depan, memberikan efek domino terhadap peningkatan perekonomian daerah, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah,” harapnya.

Pada ekspor perdana tersebut, sejumlah perusahaan melakukan pengiriman berbagai komoditas unggulan dengan negara tujuan seperti Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Misalnya, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) mengekspor 12 kontainer (20 feet) komoditas alumina hydroxide dengan tujuan Pasir Gudang, Malaysia. Kemudian, PT Unicoco Industries Indonesia mengirimkan dua kontainer produk olahan kelapa ke Pasir Gudang, Malaysia.

PT Ferrindo mengekspor 10 kontainer kelapa bulat ke Tiongkok, dan PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 kontainer (20 feet) komoditas alumina ke Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Baca Juga: Terminal Kijing Jadi Motor Baru Ekonomi Kalbar, Pemprov Dorong Investasi dan Infrastruktur Pendukung

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyatakan Terminal Kijing sebagai pintu ekspor langsung akan memperpendek rantai logistik, meningkatkan efisiensi biaya distribusi, serta memperkuat daya saing produk unggulan Kalimantan Barat di pasar internasional. Dia berharap Terminal Pelabuhan Kijing dapat memangkas biaya logistik sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai gerbang perdagangan internasional di wilayah barat Indonesia.

“Kalimantan Barat memiliki potensi ekspor yang sangat besar, mulai dari crude palm oil (CPO) beserta turunannya, karet, kelapa, kakao, hasil perikanan, produk kehutanan, alumina, hingga produk UMKM,” bebernya.

Direktur Komersial PT Pelindo, Farid Padang, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mendukung optimalisasi operasional Terminal Kijing. Misalnya, dengan meningkatkan alur pelayaran agar dapat melayani kapal-kapal berukuran besar, pengembangan infrastruktur pendukung, serta percepatan pembangunan fasilitas penunjang lainnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #ekspor #investasi #terminal kijing #ekonomi daerah