PONTIANAK POST – SD Negeri 19 Sungai Kunyit memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 untuk membentuk karakter peserta didik sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan perundungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.
Kepala SD Negeri 19 Sungai Kunyit, Nurhafizah, mengatakan salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian siswa adalah edukasi dan simulasi evakuasi kebakaran dari petugas Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mempawah.
“Melalui simulasi ini, para siswa diajak mempraktikkan cara evakuasi yang aman dan tertib sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sejak usia dini. Para siswa juga antusias mengikuti sesi bermain air bomba,” ujarnya, Jumat (17/7).
Selain simulasi kebakaran, MPLS juga diisi sosialisasi bahaya perundungan oleh Polsek Sungai Kunyit yang dirangkai dengan Deklarasi Anti Bullying sebagai komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Sekolah juga menggandeng Puskesmas Semudun untuk memberikan penyuluhan PHBS, termasuk edukasi menjaga kebersihan diri serta pemeriksaan kebersihan kuku dan kesehatan gigi.
"Melalui MPLS ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter, menerapkan budaya PHBS, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat bencana. Kami berharap peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, peduli, dan mampu menjaga keselamatan diri maupun orang lain," harap Nurhafizah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sungai Kunyit, Wahdah, sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap pendidikan karakter dan mitigasi bencana di lingkungan sekolah. (wah)
Editor : Miftahul Khair