PONTIANAK POST - Sebanyak 68 calon siswa asal Kabupaten Mempawah akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Kalimantan Barat di Kota Singkawang. Mereka dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Agustus.
Calon siswa tersebut terdiri atas delapan siswa jenjang SD, 37 siswa SMP, dan 23 siswa SMA. Seluruhnya berasal dari keluarga desil 1 dan 2, dengan prioritas bagi anak yang sempat putus sekolah.
Ketua Tim Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH) Mempawah, Eko Sabrani, mengatakan peserta ditetapkan melalui proses asesmen yang dilakukan pendamping sosial di setiap kecamatan.
Baca Juga: Gubernur Norsan Kunjungi Calon Siswa Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Pendidikan Anak Kurang Mampu
"Calon siswa yang diberangkatkan merupakan anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, terutama mereka yang sebelumnya putus sekolah," ujarnya, Rabu (22/7).
Eko menegaskan seluruh proses penjaringan dilakukan secara terbuka, tanpa pungutan biaya maupun titipan.
"Kami memastikan seluruh proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat tidak dipungut biaya dan bebas dari titipan. Semua peserta dipilih berdasarkan hasil asesmen sesuai kriteria yang telah ditetapkan pemerintah," tegasnya.
Ia berharap program Sekolah Rakyat mampu membuka akses pendidikan sekaligus menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Semoga program ini menjadi salah satu cara memutus rantai kemiskinan dari satu generasi ke generasi berikutnya," pungkasnya. (wah)
Editor : Miftakhair