PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Polres Mempawah menggelar Silaturahmi dan Doa Bersama Lintas Agama, Adat, dan Budaya untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan bertema “Sinergi Bersama, Setia Menjaga Kedamaian Bumi Galaherang” itu berlangsung di Ruang Rupatama Polres Mempawah, Selasa (4/8), dan dihadiri Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Juli mengapresiasi Polres Mempawah dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini berperan menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah. Menurutnya, keberagaman suku, agama, adat, dan budaya di Kabupaten Mempawah merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara untuk mewujudkan daerah yang aman dan harmonis.
Baca Juga: Prabowo Minta Karhutla Dicegah, Menhut Tegaskan Keselamatan Masyarakat Prioritas
"Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat terwujud hanya dengan peran aparat, melainkan membutuhkan komitmen dan kolaborasi bersama seluruh elemen lintas agama, adat, dan budaya," ujar Juli.
Sementara itu, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat melalui edukasi, kesadaran bersama, dan langkah pencegahan sejak tingkat desa. Ia menilai tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta generasi muda memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan pencegahan karhutla.
"Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui doa bersama ini, kita meneguhkan komitmen agar wilayah Mempawah tetap aman dari ancaman asap dan bencana kebakaran," tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan masing-masing agama sebagai simbol persatuan dan komitmen menjaga kedamaian di Bumi Galaherang. Melalui kegiatan tersebut, sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga keamanan serta mencegah ancaman karhutla. (wah)
Editor : Miftakhair