PONTIANAK POST – Semarak Festival Robo-Robo 2026 di Kabupaten Mempawah tidak hanya menghadirkan rangkaian tradisi budaya, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian melalui Pasar Rakyat Festival Robo-Robo 2026.
Pasar rakyat yang digelar di Area Pelabuhan Kuala, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Robo-Robo 2026. Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Abdul Malik pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026.
Meski pembukaan telah berlangsung sepekan lalu, keberadaan pasar rakyat tetap menjadi bagian penting dalam kemeriahan Robo-Robo karena menghadirkan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat.
Baca Juga: Dari Perjalanan 40 Perahu hingga Tradisi Tahunan, Begini Sejarah Awal Ritual Robo-robo di Mempawah
Bukan Sekadar Pasar, Ada Ekonomi Rakyat yang Bergerak
Pasar rakyat tersebut menjadi wadah untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin lokal untuk menawarkan beragam produk unggulan.
Mulai dari kuliner khas daerah, produk kerajinan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditemukan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari pesta budaya tahunan masyarakat Mempawah tersebut.
Sekda Mempawah Abdul Malik menyampaikan, kehadiran pasar rakyat dalam momentum Robo-Robo memiliki arti strategis karena mempertemukan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kehadiran pasar rakyat di dalam momentum pesta budaya Robo-Robo ini memiliki arti yang sangat strategis. Di sinilah denyut nadi ekonomi lokal berdetak,” ujar Abdul Malik, seperti dikutip dari Instagram resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah.
Menurutnya, pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat transaksi antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal untuk mendapatkan kesempatan memperluas pemasaran produk mereka.
Baca Juga: Bukan Meja Mewah, Saprahan Robo-robo Mempawah Punya Pesan Leluhur: Semua Duduk Bersama
Kehadiran masyarakat yang mengikuti rangkaian Festival Robo-Robo juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.
Tradisi dan Ekonomi Berjalan Berdampingan
Abdul Malik menegaskan, penyelenggaraan Pasar Rakyat Festival Robo-Robo merupakan bentuk sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Hampir 300 Tahun Bertahan, Apa Rahasia Tradisi Robo-robo Mempawah Tetap Hidup hingga Kini?
Robo-Robo, kata dia, bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut merupakan Warisan Budaya Takbenda yang memiliki nilai sejarah dan spiritualitas serta menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Karena itu, perayaan Robo-Robo dinilai tidak harus berhenti pada kegiatan budaya semata. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merawat dan melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi kerakyatan. Kebudayaan dan perekonomian harus terus berjalan berdampingan,” katanya.
Baca Juga: Dari Makan Safar hingga Festival Budaya, Robo-robo Mempawah Terus Berkembang Selama Tiga Abad
Ia menambahkan, tradisi membawa berkah spiritual, sementara pasar rakyat diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dan ikut mendorong kesejahteraan masyarakat Mempawah.
Dengan konsep tersebut, Pasar Rakyat Festival Robo-Robo 2026 menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan budaya dapat sekaligus menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.
Bagi UMKM dan pengrajin lokal, momentum Robo-Robo bukan hanya kesempatan untuk ikut memeriahkan pesta budaya, tetapi juga menjadi peluang memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang menikmati rangkaian kegiatan.
Baca Juga: Pesan Nelayan Kuala Secapah, Generasi Muda Harus Jaga Warisan Robo-robo Mempawah
Pasar rakyat pun menjadi bagian dari denyut perayaan Robo-Robo yang mempertemukan budaya, masyarakat, dan aktivitas ekonomi dalam satu ruang.
Editor : Silvina