PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mendorong Festival Budaya Robo-Robo Kuala Mempawah terus dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, tradisi Robo-Robo memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dan memberikan dampak bagi UMKM serta pelaku ekonomi kreatif.
Hal itu disampaikan Ria Norsan saat membuka Festival Budaya Robo-Robo Kuala Mempawah 2026 di Komplek Pelabuhan Kuala Mempawah, Rabu (12/8). Pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional tar bersama Raja Mempawah XIV Pangeran Ratu Wirabuana Mohammad Hafizh Adinugraha dan sejumlah pejabat.
Norsan mengatakan Robo-Robo merupakan warisan budaya takbenda yang sarat makna sejarah. Tradisi tersebut juga menjadi momentum napak tilas kedatangan Opu Daeng Menambon, memanjatkan doa tolak bala, memohon keselamatan, sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.
Baca Juga: Seminar dan Festival Lanskap Lestari Dorong Kolaborasi Perlindungan Hutan dan Penghidupan Masyarakat
“Robo-Robo berpotensi besar menjadi magnet pariwisata. Saat ini, potensi pasar kita sangat jelas, pada Juni 2026 saja sudah tercatat 10.846 kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalbar. Ditambah lagi wisatawan nusantara mencapai 5,1 juta perjalanan sejak Januari-April 2026,” ungkapnya.
Karena itu, Norsan meminta potensi tersebut digarap melalui strategi promosi yang tepat. Menurutnya, meningkatnya daya tarik wisata akan memberikan dampak berganda terhadap ekonomi lokal, seperti UMKM, kuliner, dan kerajinan.
“Mari kita jadikan momentum Festival Budaya Robo-Robo 2026 menjadi titik tolak untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin pelestarian budaya dan kemajuan pariwisata di Kalimantan Barat akan senantiasa berjalan beriringan,” tegasnya.
Norsan juga mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman. Pelestarian budaya, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama.
Baca Juga: 14 Titik Panas Terdeteksi di Mempawah, Jongkat Terbanyak dan 4 Hotspot Masih Terbakar
Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina mengatakan Robo-Robo bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga simbol perekat sosial, cerminan sejarah, dan kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun sejak kedatangan Opu Daeng Menambon.
Erlina menegaskan Pemkab Mempawah mendukung pelestarian Robo-Robo agar tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga mampu menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian UMKM serta pelaku usaha kreatif.
Raja Mempawah XIV Pangeran Ratu Wirabuana Mohammad Hafizh Adinugraha menambahkan, Robo-Robo mengajarkan generasi muda untuk mengenal sejarah dan perjuangan leluhur. Karena itu, generasi muda perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan budaya.
“Kami mohon dukungan dan kebersamaan seluruh pihak. Sebab, dengan kebersamaan, kita menjaga sejarah; dengan persatuan, kita menegakkan budaya; dan dengan kerja bersama, kita melanjutkan perjuangan serta memajukan Mempawah,” pungkasnya. (wah)
Editor : Miftakhair