PONTIANKA POST — Sebanyak 391 bibit mangrove ditanam di Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, untuk menjaga kelestarian pesisir dan mencegah abrasi.
Kegiatan yang digelar beberapa waktu lalu itu digagas mahasiswa KKN Kelompok 11 Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) 2026 bersama Gemawan. Penanaman turut melibatkan inTERRAction, WALHI Kalbar, Teraju Foundation, mahasiswa KKL IAIN Pontianak, pemerintah desa dan masyarakat. Sebanyak 147 batang bambu juga disiapkan sebagai penyangga tanaman.
Ketua KKN Kelompok 11 UMP, Muhammad Hanif Mustaqim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pesisir.
Baca Juga: Serasah Mangrove Disulap Jadi Kompos, THP Politap Perkuat Ekonomi dan Kelestarian Pesisir Ketapang
“Tujuan utama kita hari ini adalah aksi nyata melestarikan pesisir Desa Sungai Bakau Kecil sekaligus mencegah abrasi laut,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pengurus Gemawan, Hermawansyah, mengatakan kawasan pesisir Sungai Bakau Kecil menghadapi ancaman abrasi sehingga perlindungan dan pemulihan mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Ancaman abrasi pesisir sangat tinggi. Sementara proses suksesi alaminya akan berlangsung lama,” jelasnya.
Menurut Hermawansyah, mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan.
Baca Juga: Kubu Raya Larang Penebangan Mangrove, Materi Pelestarian Pesisir dan Gambut Masuk Kurikulum Sekolah
“Harapannya, program ini bisa berkelanjutan dan berskala masif, karena mangrove adalah pilar kehidupan laut. Jika mangrove rusak, udang dan kepiting tidak akan ada,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UMP, Eka Kurniawan, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Ia berharap penanaman mangrove dapat dilanjutkan mahasiswa KKN periode berikutnya maupun kelompok masyarakat lainnya.
“Harapan kami, ini tidak hanya sebatas mahasiswa kami saja, tetapi bisa berlanjut oleh mahasiswa KKN periode berikutnya atau kelompok masyarakat lainnya agar program pencegahan abrasi ini bisa meluas dan berkesinambungan,” tuturnya. (wah)
Editor : Miftahul Khair