PONTIANAK POST – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Dedayu RT 001/RW 006, Desa Toho Ilir, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, hingga Rabu (19/8/2026) belum memasuki tahap pekerjaan fisik.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Candra Capa Yanto bersama jajaran mengecek langsung lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan Sekolah Rakyat tersebut pada Rabu sore.
Hasil pengecekan menunjukkan lahan sekitar 8 hektare itu masih berupa hamparan hutan. Belum terlihat aktivitas pembukaan lahan maupun pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat.
“Setelah kita cek langsung, kondisi di lokasi masih belum ada progres pembangunan. Lahan masih berupa hamparan hutan dan tentunya harus dilakukan persiapan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pembangunan,” ujar AKBP Ade Candra Capa Yanto.
Lahan Sekolah Rakyat Disiapkan Sejak 2025
Lokasi tersebut sebelumnya telah diwacanakan sebagai tempat pembangunan Sekolah Rakyat sejak 2025.
Lahan seluas kurang lebih 8 hektare itu tercatat sebagai aset milik Dinas Perkebunan.
Menurut Kapolres, pengecekan lapangan diperlukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi lahan serta berbagai kebutuhan yang harus disiapkan sebelum pembangunan dilakukan.
“Kita ingin melihat langsung seperti apa kondisi lokasi yang direncanakan. Dari sini kita bisa mengetahui apa saja yang masih harus dipersiapkan dan kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait,” katanya.
Akses ke Lokasi Masih Berupa Jalan Tanah
Selain kondisi lahan, akses menuju lokasi menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
Lokasi rencana pembangunan berjarak sekitar 318 meter dari Jalan Raya Toho-Sadaniang.
Saat ini, jalan menuju lokasi masih berupa jalan tanah kuning yang melintasi kawasan perkebunan kelapa sawit. Akses tersebut baru dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Jaraknya dari jalan raya kurang lebih 318 meter. Akses menuju lokasi masih berupa jalan tanah yang melewati perkebunan. Jadi, akses ini juga perlu dipersiapkan apabila nantinya pembangunan mulai berjalan,” jelas Ade Candra.
Administrasi dan Status Lahan Perlu Dipastikan
Kapolres mengatakan pembangunan fisik belum dapat berjalan begitu saja karena masih ada sejumlah tahapan yang perlu dipastikan.
Tahapan tersebut antara lain menyangkut aspek administrasi, status lahan, kesiapan anggaran serta sarana pendukung pembangunan.
Koordinasi lintas sektor diperlukan agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Perlu dilakukan koordinasi lanjutan untuk memastikan status dan tahapan pembangunan Sekolah Rakyat ini. Kami berharap seluruh proses yang diperlukan dapat segera diselesaikan sehingga rencana pembangunan mempunyai kepastian,” ungkapnya.
Dalam pengecekan tersebut, Kapolres Mempawah didampingi para pejabat utama Polres Mempawah, Kepala Desa Toho Ilir, unsur TNI serta pihak terkait lainnya.
Polres Mempawah Siap Dukung Pembangunan
AKBP Ade Candra Capa Yanto menegaskan Polres Mempawah mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait serta pemeliharaan situasi keamanan di sekitar lokasi.
“Kami tentunya mendukung rencana pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Harapannya, setelah seluruh proses administrasi dan persiapan selesai, pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Humas Polri