Ribuan Warga Mempawah Gelar Salat Istisqa di Tengah Kekeringan dan Kepungan Kabut Asap

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:40 WIB
Ribuan jemaah sedang mengikuti Salat Istisqa’ di halaman Kantor Bupati Mempawah.
Ribuan jemaah sedang mengikuti Salat Istisqa’ di halaman Kantor Bupati Mempawah.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar Salat Istisqa, Senin (31/8) pagi di halaman Kantor Bupati Mempawah. Salat yang diikuti ribuah warga itu memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan, yang dibarengi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda di Kalimantan Barat.

Bupati Mempawah, Erlina mengatakan, Salat Istisqa merupakan ikhtiar bersama untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Salat Istisqa ini kita memohon kepada Allah, mudah-mudahan dalam waktu dekat diberikan rahmat dengan turunnya hujan. Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita yang berkumpul di Halaman Kantor Bupati Mempawah ini,” harap Erlina.

Baca Juga: Kabut Asap Kepung Pontianak, Ribuan Umat Muslim Gelar Salat Istisqa di Masjid Mujahidin

Salat yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Juli Suryadi Burdadi, Sekda Abdul Malik, Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, ASN, TNI/Polri serta masyarakat umum.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kering.

“Kami juga mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan pembakaran lahan. Mengingat kondisi kekeringan seperti sekarang ini sangat berpotensi memicu karhutla,” tuturnya.

Menurut Erlina, dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat Mempawah dan daerah sekitarnya. Kabut asap bahkan telah menyebar hingga Malaysia. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran.

Baca Juga: 3 Anakan Buaya Sinyulong Ditemukan di Mempawah, Bukti Habitat Tak Hanya di Kapuas Hulu dan Ketapang

“Mari kita bersama-sama menjaga diri, menjaga wilayah, menjaga lingkungan dan jangan melakukan aktivitas pembakaran untuk alasan apa pun,” pesannya.

Erlina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kabupaten Mempawah, mulai dari personel bantuan Mabes TNI dan Mabes Polri, relawan, pemadam kebakaran swasta, organisasi masyarakat, BPBD hingga seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Mempawah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu dalam penanganan dan penanggulangan bencana karhutla di Kabupaten Mempawah,” ucapnya. (wah)

Editor : Miftakhair
Erlina Mempawah karhutla Mempawah Salat Istisqa Mempawah kekeringan Mempawah kabut asap Kalimantan Barat