Kabut Asap Makin Pekat, DAD Toho Bagikan Ribuan Masker kepada Warga dan Pengendara

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:52 WIB
Ketua DAD Kecamatan Toho, Alpian memimpin pembagian masker.
Ketua DAD Kecamatan Toho, Alpian memimpin pembagian masker.

PONTIANAK POST – Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Toho membagikan ribuan masker kepada masyarakat untuk mengurangi paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Pembagian masker dipusatkan di simpang tiga Sambora, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kamis (3/9) pagi.

Ketua DAD Kecamatan Toho, Alpian, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang kurang sehat akibat kebakaran lahan.

“Kami ingin membantu masyarakat, khususnya warga dan pengendara yang setiap hari beraktivitas di luar rumah dan harus menghadapi kondisi kabut asap seperti sekarang,” ujar Alpian.

Baca Juga: Sikap DAD Kalbar Soal Karhutla: Jangan Jadikan Peladang Tradisional Kambing Hitam Karhutla

Menurut dia, penggunaan masker merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap secara langsung. Karena itu, DAD Kecamatan Toho berinisiatif turun langsung membagikan masker kepada warga dan pengendara.

Simpang tiga Sambora dipilih sebagai lokasi pembagian karena menjadi salah satu jalur dengan aktivitas lalu lintas cukup padat. Jalur tersebut juga menjadi akses penghubung menuju sejumlah wilayah, termasuk perbatasan Kabupaten Mempawah dengan Kabupaten Landak dan Bengkayang.

Aksi sosial tersebut turut melibatkan Forkopimcam Toho, tenaga kesehatan, serta personel  Mabes TNI yang tergabung dalam satuan tugas pemadaman kebakaran lahan. Wakil Ketua DAD Kecamatan Toho, Hendra, mengatakan kondisi kabut asap di wilayah Toho cukup mengkhawatirkan. Karena itu, pihaknya merasa perlu mengambil bagian dalam membantu masyarakat.

Hendra menyebut kabut asap paling terasa pada pagi hari. Tebalnya asap bahkan membuat jarak pandang warga menjadi sangat terbatas.

Baca Juga: Polemik Dua Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Ditangani Disdikbud Kalbar, Isu Demo Dibantah

“Kalau pagi, jarak pandang bisa hanya sekitar 10 meter. Kondisi seperti ini berlangsung sampai sekitar pukul 1 siang,” ungkapnya.

Ia mengingatkan masyarakat yang harus bepergian atau bekerja di luar rumah agar meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan asap, sementara aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi apabila kondisi udara semakin memburuk.

Camat Toho, Bennidiktus, mengapresiasi kepedulian DAD Kecamatan Toho yang turun langsung membantu masyarakat. Ia berharap kolaborasi antarpihak terus diperkuat selama kabut asap masih melanda. Perlindungan terhadap masyarakat, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan upaya penanganan kebakaran lahan. (wah)

Editor : Hanif
pembagian masker DAD Toho mempawah karhutla kabut asap