PONTIANAK POST — Perumdam Tirta Galaherang Mempawah menyediakan air bersih gratis untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kemarau panjang. Air tersebut tersedia di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Berkat, Jalan Gusti Ibrahim Syafiudin, pada Senin hingga Jumat pukul 08.00-15.00 WIB.
Direktur Perumdam Tirta Galaherang Mempawah Muhammad Taufik mengatakan layanan tersebut dibuka bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih.
“Kami membuka layanan air bersih gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Silahkan masyarakat datang ke IPA Tanjung Berkat,” kata Taufik, Sabtu (12/9) siang.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Ratusan Warga Kubu Raya Terima Bantuan Air Bersih dari Polres dan Pemkab
Menurutnya, layanan gratis tersebut merupakan bentuk pelayanan Perumdam di tengah krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Mempawah.
“Di saat kemarau berkepanjangan ini, persediaan air bersih yang dimiliki masyarakat sudah menipis bahkan habis. Maka, kita sediakan air bersih secara gratis untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Namun, Perumdam belum dapat mengantarkan air langsung ke lingkungan masyarakat karena tidak memiliki armada mobil tangki. Warga diminta mengambil air secara mandiri di IPA Tanjung Berkat.
“Berhubung kami tidak memiliki mobil tangki, maka silahkan masyarakat mengambil air bersih ke IPA Tanjung Berkat secara mandiri,” pesannya.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Ratusan Warga Kubu Raya Terima Bantuan Air Bersih dari Polres dan Pemkab
“Mudah-mudahan dengan adanya layanan air bersih gratis ini dapat membantu masyarakat mengatasi krisis air bersih di tengah kemarau panjang ini. Semaksimal mungkin, kami memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” harapnya.
Kemarau panjang yang berlangsung beberapa bulan terakhir membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, mereka harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Muhammad Saleh, warga Jalan Daeng Menambon, mengaku sudah sekitar satu bulan kehabisan persediaan air bersih di rumahnya. Untuk kebutuhan minum, dia terpaksa membeli air galon hingga empat-lima galon setiap hari.
“Sudah kurang lebih satu bulan ini, saya kehabisan air bersih. Biasanya kami membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Setiap hari bisa menghabiskan 4-5 galon,” kata Saleh.
Bapak empat anak itu mengatakan air bersih terutama dibutuhkan untuk minum dan membersihkan makanan. Sementara kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) masih mengandalkan air parit.
“Kami butuh air bersih untuk minum dan membersihkan makanan. Kalau untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK), masih bisa mengandalkan air parit,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif