PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di Kabupaten Mempawah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra menilai sinergi pemerintah, aparat, perusahaan, organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat menjadi kekuatan penting menghadapi kondisi tersebut.
Menurut Safruddin, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam. Dukungan berbagai pihak di lapangan juga diperlukan, baik dalam pemadaman maupun membantu masyarakat terdampak. Bentuk dukungan tersebut antara lain pembagian masker, penyaluran air bersih, bantuan logistik serta penyediaan peralatan untuk menunjang tugas petugas.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah ikut berkontribusi dalam penanganan karhutla dan dampak kabut asap. Ini menunjukkan adanya kepedulian dan semangat gotong royong untuk melindungi masyarakat,” ujar Safruddin.
Baca Juga: Karhutla Kembali Melanda Pulau Maya, Aktivitas BSM di Calon Konsesi Restorasi Jadi Sorotan
Ia mengatakan bantuan bagi masyarakat penting karena kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan dan masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
“Pembagian masker dan air bersih merupakan bentuk kepedulian yang sangat dibutuhkan masyarakat. Begitu juga bantuan logistik dan peralatan untuk petugas di lapangan,” katanya.
Safruddin juga mengingatkan kondisi kesehatan personel yang terlibat dalam pemadaman. Mereka bekerja dalam situasi berisiko dengan paparan asap dan kondisi lapangan yang berat. Karena itu, pemeriksaan kesehatan tenaga pemadam dinilai perlu dilakukan secara berkala agar kondisi mereka tetap terpantau, terutama setelah menjalankan tugas penanganan karhutla.
Ia menegaskan kerja sama lintas pihak harus terus dijaga selama ancaman karhutla dan kabut asap masih terjadi. Sinergi diperlukan tidak hanya untuk mempercepat pemadaman, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan bantuan yang diperlukan.
Baca Juga: Hujan Mulai Turun di Sambas, Kabut Asap Karhutla Ternyata Masih Menyelimuti Sejumlah Wilayah
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, perusahaan, organisasi, kelompok masyarakat dan aparat harus terus bersinergi. Tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga dalam melindungi kesehatan dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak,” tegasnya.
Safruddin berharap kolaborasi yang telah terbangun menjadi modal memperkuat upaya pencegahan. Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.
“Pencegahan menjadi bagian penting agar kejadian karhutla dapat diminimalkan, sehingga dampak berupa kabut asap dan gangguan terhadap kesehatan maupun aktivitas masyarakat dapat ditekan,” pungkasnya. (wah)
Editor : Miftahul Khair