Kabut Asap Pekat Picu Kasus ISPA di Mempawah Naik, Tercatat 20.518 Kasus hingga September

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:56 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Harun Arrasyid.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Harun Arrasyid.

PONTIANAK POST - Kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa pekan terakhir memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Mempawah. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) mencatat peningkatan ISPA terjadi sejak Juli hingga September 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Harun Arrasyid membenarkan terjadinya peningkatan kasus ISPA di Kabupaten Mempawah dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir.

“Kalau kita lihat grafinya, terjadi peningkatan kasus ISPA sejak Juli ke Agustus hingga pertengahan September ini,” ungkap Harun, Minggu (20/9).

Baca Juga: Kabut Asap dan Krisis Air Bersih, Kasus ISPA serta Diare di Kubu Raya Ikut Meningkat

Pada Juli, Harun menerangkan, pihaknya mencatat 2.504 kasus ISPA di Kabupaten Mempawah. Kemudian, sambung Harun, jumlah kasus ISPA mengalami peningkatan yang cukup besar pada Agustus sebanyak 3.001 kasus.

“Per 17 September 2026 ini, tercatat ada 1.548 kasus ISPA. Dan jumlah ini kemungkinan akan meningkat hingga akhir bulan nanti,” ujarnya.

Sepanjang Januari- September, Harun mengungkapkan, total ISPA di Kabupaten Mempawah sebanyak 20.518 kasus. Dimulai dari Januari 2.861 kasus, Februari 2.441 kasus, Maret 2.025 kasus, April 2.469 kasus, Mei 1.629 kasus dan Juni 2.040 kasus serta Juli 2.504 kasus.

“Pastinya jumlah kasus ISPA ini masih akan bertambah. Mengingat tahun 2026 ini masih tersisa tiga bulan kedepan,” tuturnya.

Baca Juga: 275 Balita dan Anak Terserang ISPA di Kayong Utara, Orang Tua Diminta Waspadai Gejala

Karena itu, Harun mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas dan kegiatan diluar rumah. Kalau pun terpaksa bepergian, dia mengingatkan masyarakat agar selalu mengenakan masker.

“Kita minta masyarakat agar membatasi kegiatan diluar rumah. Dan selalu memakai masker saat bepergian,” pesannya.

Masih disampaikan Harun, Dinkes-PPKB Kabupaten Mempawah dipastikan terus menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Bagi masyarakat yang merasa mengalami gangguan pernafasan atau sejenisnya, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan yang ada di lingkungannya. Terlebih bagi masyarakat yang terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” tandasnya.

Secara keseluruhan, kasus ISPA yang terjadi di Kabupaten Mempawah pada tahun 2026 ini relatif lebih sedikit dibandingkan tahun 2024 sebanyak 29.432 kasus dan tahun 2025 sebanyak 47.841 kasus. (wah)

Editor : Miftahul Khair
ISPA Mempawah kesehatan masyarakat DINKES MEMPAWAH karhutla kalbar kabut asap