Pemkab Mempawah Sinkronkan Program OPD dan TP PKK, Stunting hingga Ekonomi Keluarga Jadi Fokus

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:02 WIB
Suasana rapat koordinasi PKK-OPD di Ruang Kerja Wabup Mempawah.
Suasana rapat koordinasi PKK-OPD di Ruang Kerja Wabup Mempawah.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Mempawah menyinkronkan program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Pembahasan dilakukan dalam rapat koordinasi dan paparan sinkronisasi kegiatan TP PKK bersama OPD di Ruang Kerja Wakil Bupati Mempawah, Selasa (29/9).

Rapat dipimpin Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi dan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Mempawah Rosnilawati Juli Suryadi beserta jajaran pengurus serta kepala OPD terkait.

Juli mengatakan, penyelarasan program diperlukan agar kegiatan pemberdayaan masyarakat berjalan terpadu dan memberi manfaat lebih luas. Sinkronisasi tersebut juga menindaklanjuti arahan PKK Pusat terkait pencatatan dan pendataan praktik baik (best practice), sekaligus persiapan monitoring dan evaluasi TP PKK Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga: Sintang Kejar Kelengkapan Eviden Penilaian KPK, Seluruh OPD Diminta Bergerak Cepat

“Keberhasilan program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga tidak dapat dilaksanakan oleh TP PKK sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing,” katanya.

Sinkronisasi program mencakup empat kelompok kerja (Pokja) TP PKK Kabupaten Mempawah. Pokja I meliputi pembinaan karakter keluarga, penguatan pola asuh anak dan remaja, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta ketahanan keluarga. Pokja II diarahkan pada peningkatan literasi, pendidikan, keterampilan, pelatihan kewirausahaan, pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K-PKK), serta pemasaran digital produk unggulan daerah. Pokja III memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan dalam program Aku Hatinya PKK, penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan lokal. Sementara Pokja IV berfokus pada kesehatan dan lingkungan hidup, termasuk penguatan posyandu, pencegahan dan percepatan penurunan stunting, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Juli menegaskan TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah karena memiliki jangkauan hingga tingkat dasawisma dan keluarga.

“PKK memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam menyerap aspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat. Sinergi bersama OPD harus terus diperkuat agar program kerja daerah benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Baca Juga: Yonif TP Akan Dibangun di Mempawah, Lahan 50 Hektare di Desa Bumbun Masih Berstatus Hutan Negara

Dia berharap sinkronisasi tidak hanya menghasilkan kegiatan baru, tetapi juga mengoptimalkan program OPD yang telah berjalan agar selaras dengan agenda pemberdayaan keluarga.

“Dengan demikian, pelaksanaan program diharapkan lebih terpadu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (wah)

Editor : Miftahul Khair
mempawah stunting pemkab mempawah pemberdayaan keluarga TP PKK