Sayonara Kunisaki: 56 Misi Pemadaman, Jatuhkan 280 Ton Air

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 22:50 WIB
MISI TUNTAS: Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) melambai dari kapal JS Kunisaki. Mereka bertolak dari Pelabuhan Kijing, Mempawah, Selasa (6/10) setelah menyelesaikan 56 misi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat. / KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG
MISI TUNTAS: Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) melambai dari kapal JS Kunisaki. Mereka bertolak dari Pelabuhan Kijing, Mempawah, Selasa (6/10) setelah menyelesaikan 56 misi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat. / KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG

 

PONTIANAK POST — Tiga helikopter CH-47 Jepang menuntaskan 56 misi pemadaman dengan menjatuhkan sekitar 280 ton air ke wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Setelah menyelesaikan bantuan tersebut, kapal JS Kunisaki yang mengangkut ketiga helikopter bertolak menuju Jepang dari Pelabuhan Internasional Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Selasa (6/10).

Keberangkatan kapal bernomor lambung 4003 itu menutup rangkaian penugasan bantuan Jepang untuk mendukung penanganan karhutla. Di dermaga, personel Indonesia dan Jepang melepas keberangkatan dengan jabat tangan, penghormatan, serta lambaian perpisahan.

Kementerian Pertahanan Jepang dalam keterangan resminya menyatakan, JS Kunisaki meninggalkan Pelabuhan Kijing setelah menyelesaikan kegiatan bantuan bencana internasional di Indonesia.

Kapal tersebut membawa pulang tiga helikopter angkut CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang atau Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) yang digunakan dalam operasi pemadaman.

“Selama operasi, helikopter angkut CH-47 JGSDF melaksanakan total 56 misi pemadaman, menjatuhkan sekitar 280 ton air di wilayah terdampak,” demikian keterangan Kementerian Pertahanan Jepang, diterjemahkan dari bahasa Inggris.

Dukungan helikopter tersebut memperkuat kemampuan pemadaman dari udara dalam operasi penanganan karhutla di Indonesia. Pelaksanaannya dikoordinasikan dengan pihak Indonesia untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

Komandan tim bantuan bencana Jepang, Kolonel Nakahara Shunji, mengatakan penugasan itu merupakan bagian dari bantuan kemanusiaan Jepang bagi Indonesia. Helikopter dikerahkan untuk membantu menghadapi kebakaran yang menimbulkan ancaman api dan kabut asap.

“Operasi ini merupakan bagian dari misi bantuan penanggulangan kebakaran menggunakan helikopter CH untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia,” ujar Nakahara.

Pelaksanaan misi menghadapi tantangan sejak awal. Nakahara mengungkapkan, kabut asap membatasi jarak pandang ketika tim tiba di Palembang. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran operasi.

“Ketika kami tiba di Palembang, jarak pandang sangat buruk karena kabut asap. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan operasi,” katanya.

Meski demikian, tim Jepang tetap menjalankan penugasan. Menurut Nakahara, koordinasi dengan pihak Indonesia menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan bantuan.

“Meski demikian, misi kemanusiaan tetap dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Nakahara juga menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan Pemerintah Indonesia selama penugasan. Kerja sama tersebut memungkinkan personel kedua negara menjalankan misi bersama dalam penanganan bencana.

Prosesi pelepasan JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Personel militer Indonesia dan Jepang berkumpul di dermaga untuk mengikuti rangkaian penghormatan sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Wadan Koderal XII Laksamana Pertama TNI Fajar Rusdianto, Asops Koderal XII Kolonel Laut (P) Arif Rahman, serta Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto. Pelepasan turut dihadiri pejabat TNI AL dan unsur terkait lainnya.

Jajar kehormatan mengiringi pemberangkatan kapal. Korps musik TNI AL turut mengiringi prosesi ketika JS Kunisaki mulai bergerak menjauhi dermaga. Lambaian tangan personel kedua negara menjadi salam perpisahan setelah bekerja bersama dalam misi bantuan bencana.

JS Kunisaki selanjutnya meninggalkan perairan Indonesia dengan pengawalan KRI JOL-358. Seluruh rangkaian pelepasan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung tertib.

Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini menyampaikan apresiasi atas bantuan Jepang dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan wujud kerja sama kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas bantuan dan kerja sama yang telah diberikan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Ini merupakan bentuk nyata kerja sama kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ali.

Ia menilai penugasan tersebut juga mempererat hubungan Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang pertahanan, kemanusiaan, serta penanggulangan bencana. Pengalaman bekerja bersama menjadi bekal untuk mengembangkan kerja sama berikutnya.

“Misi ini menunjukkan bahwa ketika menghadapi bencana, kerja sama dan kepedulian lintas negara dapat menjadi kekuatan yang sangat berarti. Semoga kerja sama dan persahabatan Indonesia dengan Jepang semakin erat dan terus berkembang di masa mendatang,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan tersebut, Pemerintah Indonesia memberikan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Pasukan Bela Diri Maritim Jepang atau Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) yang terlibat dalam misi.

Keberangkatan JS Kunisaki menandai berakhirnya penugasan bantuan Jepang, sementara penanganan karhutla dilanjutkan oleh Indonesia. Dukungan tiga helikopter, 56 misi pemadaman, dan sekitar 280 ton air yang dijatuhkan menjadi catatan kontribusi Jepang dalam membantu menghadapi kebakaran. (wah)

Caption Foto

MISI TUNTAS: JS Kunisaki bertolak dari Pelabuhan Kijing, Mempawah, Selasa (6/10), membawa tiga helikopter CH-47 yang telah menyelesaikan 56 misi pemadaman karhutla di Indonesia.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
helikopter CH-47 JS Kunisaki bantuan Jepang pemadaman karhutla pelabuhan kijing