PONTIANAK POST – Kabupaten Mempawah mengirimkan 33 orang untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Kota Pontianak. Pelepasan kontingen dipimpin Wakil Bupati Mempawah H Juli Suryadi Burdadi di Kantor Bupati Mempawah, Kamis (15/10).
Dalam sambutannya, Juli mengapresiasi pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Mempawah, pembina, pelatih, dan pendamping yang telah mempersiapkan kontingen. Ia mengatakan Pesparani bukan sekadar perlombaan seni suara dan musik liturgi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan iman, pengembangan talenta, serta penguatan persaudaraan dan nilai-nilai spiritual.
“Keberhasilan dalam Pesparani tidak hanya diukur dari jumlah piala atau penghargaan yang diraih, tetapi juga semangat perjuangan, kekompakan, dan pengalaman berharga yang memberikan manfaat bagi peserta, gereja, dan masyarakat,” kata Juli.
Baca Juga: Bupati Sintang Ingatkan Kontingen Pesparani II Kalbar Jaga Sikap, Prestasi Bukan Segalanya
Ia berharap keikutsertaan kontingen Mempawah turut memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama.
Juli juga berpesan agar para peserta menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung etika, kesantunan, dan semangat persaudaraan.
Sementara itu, Ketua LP3KD Kabupaten Mempawah menjelaskan, penyelenggaraan Pesparani Katolik II tingkat Provinsi Kalbar mengacu pada Surat Keputusan LP3KD Provinsi Kalbar Nomor 2 Tahun 2026 tertanggal 14 Agustus 2026.
Pesparani tahun ini mengusung tema “Pujilah Tuhan Hai Segala Bangsa, Megahkanlah Dia Hai Segala Suku Bangsa” yang bersumber dari Mazmur 117:1. Selain mempererat persaudaraan dan hubungan dengan pemerintah, kegiatan ini menjadi ajang seleksi peserta yang akan mewakili Kalbar pada Pesparani tingkat nasional di Manado pada 2027.
Kontingen Mempawah terdiri atas 33 orang dari Kecamatan Mempawah Hilir, Sungai Kunyit, dan Sadaniang. Mereka mencakup 19 peserta Paduan Suara Orang Muda Katolik (OMK), pelatih, pendamping rohani, ofisial, serta pengurus LP3KD.
Dengan keterbatasan personel dan sumber daya, Mempawah hanya mengikuti satu kategori lomba, yakni Paduan Suara OMK. Para peserta merupakan hasil seleksi tingkat kabupaten pada 2024. (wah)
Editor : Hanif