Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sulap Gang Kamboja jadi Destinasi Kampung Batik

Super_Admin • Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:11 WIB
DIMUSNAHKAN: Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad saat memusnahkan senjata api rakitan di Gudang Peralatan Daerah (Gudpalrah) XII/Pontianak, Pontianak Utara, kemarin.   ISTIMEWA
DIMUSNAHKAN: Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad saat memusnahkan senjata api rakitan di Gudang Peralatan Daerah (Gudpalrah) XII/Pontianak, Pontianak Utara, kemarin. ISTIMEWA
Dekranasda Bawa Produk Batik pada Apeksi Regional Kalimantan

Dekranasda Pontianak bakal menyulap Gang Kamboja sebagai destinasi Kampung batik. Pembenahannya mulai dilakukan secara bertahap dengan menggandeng promenade sebagai daya tariknya

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

SELAIN Kampung tenun di Kecamatan Pontianak Utara, Gang Kamboja di Kecamatan Pontianak Selatan juga bakal disulap sebagai satu destinasi wisata yang akan diberi nama kampung batik Kamboja.
Saat ini pihak Dekranasda Pontianak bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan dan mitra memberikan pelatihan membatik. Sasarannya industri kecil dan menengah di kampung Kamboja.

“Setelah terbangun promenade pergolakan ekonomi warga sekitar semakin membaik. Itu dapat dilihat dengan banyaknya pedagang setempat menawarkan kulineran khasnya. Beberapa yang terkenal itu bol dan mie sagu. Program pelatihan batik ini juga upaya perwujudan peningkatam ekonomi di lokasi Kamboja,” kata Ketua Dekranasda Pontianak, Yanieta Arbiastutie, kemarin.

Harapan dia, pada pelatihan ini perserta dapat menyerap materi dengan maksimal. Dengan demikian saat penerapannya nanti produksi batik khas Kamboja dapat menarik dan memikat pembeli. Khususnya pelancong dari luar.

Kampung Kamboja kata dia miliki daya tarik. Bahkan saking seriusnya Yanieta, akan mengenalkan kampung batik kamboja ini pada kegiatan Apeksi regional Kalimantan. Untuk menuju ke sana, tentulah perlu persiapan dilakukan.

Selain produk batiknya. Dia meminta, masyarakat setempat dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat mural-mural. Dengan adanya mural diyakini dapat menjadikan satu lokasi semakin menarik.

Tak hanya itu kulineran khas Kamboja hendaknya dapat dipromosikan dari sekarang. Mulai dari usaha kecil rumahan. Sedangkan untuk produk batik kamboja, dijanjikan Yanieta dapat dipajang di Gedung UMKM Center. “Nanti produk batiknya bisa dijaul di UMKM Center. Tentunya, kualitas mesti bagus,” katanya.

Apa yang dilakukan itu guna mendorong mengenalkan produk-produk dari Kota Pontianak. Dekranasda juga tidak mengambil untung dalam setiap penjualannya. “Saat ini Gedung Dekranasda makin ramai dikunjungi masyarakat dan ibu-ibu pejabat dari daerah lain. Ini merupakan upaya kami mengenalkan produk-produk andalan Kota Pontianak,” tandasnya.(**) Editor : Super_Admin
#dekranasda