"Saya sampaikan selengkapnya terkait resolusi konflik yang sering terjadi di Kalbar," katanya usai menerima rombongan di kantor gubernur.
Midji sapaan akrabnya melihat, perkembangan saat ini, resolusi konflik yang diterapkan di Kalbar polanya akan mulai bergeser. Intinya adalah bagaimana bisa menyejahterakan seluruh masyarakat. Tanpa melihat latar belakang apapun, baik suku, ras, agama atau golongan yang ada.
"Dengan pola menyejahterakan semua masyarakat saya rasa ke depan, mudah-mudahan sumber konflik yang selama ini menjadi topik yaitu masalah etnis dan agama itu tidak ada lagi di Kalbar," ucapnya.
Ia melihat, di Kalbar sebetulnya bisa dikatakan tidak pernah terjadi konflik agama. Yang ada hanya etnis, dan itu pun hanya berbicara tentang bagaimana suatu budaya harus bisa sinkron dengan budaya yang lain. "Saling menghormati dan cara menghormati itu juga penting, sehingga kedewasaan dalam hidup keberagaman ini yang perlu ditumbuhkembangkan," ujarnya.
Saat ini menurutnya sudah waktunya berbicara tentang bagaimana Kalbar bisa maju. Dan bisa unggul dibandingkan dengan daerah-dearah lain. Apalagi provinsi ini sangat kaya dengan sumber daya alamnya (SDA), termasuk kondisi strategis wilayahnya.
"Sehingga tujuan akhir dari pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Intinya itu, kalau masyarakat sudah menganggap negara hadir, insyallah konflik itu akan teredam dengan sendirinya," pungkasnya.(bar) Editor : Administrator