Builder asal Kota Singkawang Muhammad Lukman meraih juara pertama di ajang modifikasi sepeda motor Honda Modif Contest (HMC), Minggu (12/10) lalu. Sukses bersaing dengan 13 sepeda motor custom se-Kalbar, karyanya otomatis berhak diikutsertakan di ajang nasional HMC Final Battle bulan depan.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
Sejak beberapa bulan belakangan hingga ke depan Muhammad Lukman bakal disibukkan dengan kompetisi modifikasi sepeda motor. Tak hanya di Kalbar, tahun ini pemilik bengkel Minor Fighter Squad Singkawang itu berkesempatan menjajal beberapa kompetisi nasional.
Jika pada akhir September lalu ia sukses menjadi yang pertama di ajang Suryanation Motorland (SM) Road to Battle Pontianak, baru-baru ini ia kembali meraih prestasi serupa. Di perhelatan Honda Modif Contest (HMC) Pontianak, Minggu (12/10) lalu, karyanya yang berbeda kembali menjadi nomor wahid. Kelas yang diikutinya juga tak tanggung-tanggung, yakni kelas Free For All (FFA), merupakan kelas tertinggi di ajang modifikasi.
Namun sayang, keikutsertaannya di ajang nasional Suryanation Motorland (SM) Battle pada 19 Oktober di Surabaya harus ia urungkan. Padahal ia menjadi satu-satunya builder asal Kalbar yang terpilih dari seleksi regional di Pontianak. "Alasannya memang waktu mepet untuk mencari jalur pengiriman motor (ke Surabaya). Tidak mungkin terkejar dengan waktu yang ada (tersisa)," ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (16/10).
Meski demikian, harapannya untuk unjuk gigi di ajang nasional belum sirna. Setelah kembali menjadi juara pertama di kelas FFA pada HMC Pontianak, ia pun berhak berkompetisi di nasional. Yakni di ajang HMC Final Battle pada 16-17 November mendatang di Yogyakarta.
Sebagai juara regional kelas FFA ia akan bertarung dengan 14 juara regional lainnya. Mengingat sepanjang 2019 ini ajang HMC sudah dilaksanakan di 15 kota termasuk Pontianak. "Saya akan mewakili kelas FFA, bisa dikatakan kelas yang isinya dewa-dewa kustom untuk kelas HMC," katanya.
Untuk bisa sampai ke sana sebetulnya bukanlah perkara mudah. Lukman harus menyisihkan 12 peserta dari 13 total yang ikut di regional Pontianak. Dimana peserta tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Kota Singkawang, Pontianak, Kabupaten Melawi, Sambas, Ketapang dan lainnya.
Namun, sepeda motor merek honda GL 200 yang ia modifkasi bergaya boardtracker berhasil memikat dewan juri. Lukman berusaha memberikan sentuhan konsep yang kental. Tematis yang kuat, serta bagian-bagian detail yang semuanya merupakan buatan tangan sendiri. Selain itu, sentuhan akhir di karyanya juga menjadi poin penting dan yang tak kalah penting motor tersebut tetap fungsional sebagaimana mestinya.
"Saya lihat mantap-mantap semua (saingan se-Kalbar), tapi alhamdulillah kami jadi yang pertama," katanya bersyukur.
Kini Lukman tengah mempersiapkan keikutsertaannya di HMC Final Battle Yogyakarta. Sebagai perwakilan Kalbar, ia pun tak menarget yang muluk-muluk. Yang terpenting menurutnya bagaimana bisa mendapat banyak pengalaman selama di sana. Dengan harapan Kalbar bisa mendapat apresiasi yang lebih di nasional. (*) Editor : Super_Admin