Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

IPK Indonesia Bertekad Kembangkan Ilmu dan Tingkatkan Mutu Layanan Psikologi Klinis

Siti • Senin, 11 November 2019 | 16:29 WIB
GELAR SEMINAR : Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia menggelar seminar bertema
GELAR SEMINAR : Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia menggelar seminar bertema
PONTIANAK – Angka stres dan depresi menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Dibutuhkan upaya pencegahan, di antaranya melalui pengasuhan dan pendidikan yang dilakukan sejak dini. Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia berkomitmen mendorong Ilmu  dan meningkatkan mutu layanan psikologi klinis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia.

Bertempat di Hotel Kini Pontianak, Sabtu (9/11), organisasi ini menyelenggarakan Seminar Mencegah Stress dan Depresi Dimulai Dari Pengasuhan dan Pendidikan Sejak Dini, sekaligus menggelar Sumpah Profesi Psikolog Klinis, dan Uji Kredensial Psikolog Klinis.

Ketua IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Barat, Yuni Djuachiriaty mengatakan, kasus depresi dan stres yang terjadi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Karena itu, sebagai psikolog klinis, diharapkan berkontribusinya dalam menekan angka stres dan depresi di tanah air.

"Kegiatan ini digelar dalam rangka mengenalkan psikologi klinis sekaligus organisasi IPK Indonesia di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar dan masyarakat pada umumnya," ungkap Yuni.

Ketua IPK Indonesia, Indria L Damayanti mengatakan, visi organisasi tersebut adalah mengembangkan dan memajukan psikologi klinis sebagai ilmu pengetahuan dan terapan, serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia. Lahirnya organisasi ini, kata dia, dalam rangka memenuhi amanah peraturan dan perundang-undangan khususnya UU No 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan mengingat kepentingan anggota IPK agar bisa tetap berpraktik menjalankan profesinya.

"IPK Indonesia melanjutkan bentuk keorganisasiannya menjadi berbadan hukum pada tahun 2017," kata  Indria.

Seminar tersebut, menghadirkan pembicara antara lain, Indria L Gamayanti Psikolog Klinis RSUD Sardjito Yogya dan Dosen Fakultas Psikologi UGM, serta Sri Haryanti, yang merupakan sekretaris Tim Kredensial dan Psikolog Klinis RSJ Magelang.

Sementara itu, Fatmawati, dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Kalimantan Barat, yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat mengatakan, persoalan depresi dan stres, perlu menjadi perhatian bersama guna meminimalisir dampak buruk yang berujung pada masalah sosial yang lebih besar. Dia berharap IPK Indonesia dapat berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan psikologis masyarakat.

"Melalui organisasi Ikatan Psikolog Klinis, dan organisasi terkait lainnya, secara bersinergi dapat berperan aktif dalam mengedukasi, serta mendeteksi dini kasus stres dan depresi secara berkala dan berkesinambungan," kata Fatmawati. (sti) Editor : Siti
#psikolog #Psikologi Klinis