Menurutnya, pemberlakukan perdagangan umum (ekspor-impor) antar-negara di perbatasan Kalbar-Sarawak sudah seharusnya dilakukan. Pasalnya banyak komoditas Kalbar yang bisa langsung diekspor melalui pintu perbatasan. “Kita bisa memanfaatkan Pelabuhan Kuching melalui dry port. Ini akan membuang banyak cost logistik, dan lebih efisien ketimbang mengekspor melalui pelabuhan lain. Selain itu, kebutuhan pokok masyarakat perbatasan bisa dipasok dari Sarawak,” sebutnya.
Thalib mengatakan, pihaknya ingin pemerintah berkomitmen tentang rencana yang sudah dibikin dan didengung-dengungkan sejak bertahun-tahun lampau. Sebelum perdagangan luar negeri via Entikong ditutup pada beberapa tahun lalu, aktivitas bongkar muat di Tebedu Inland Port, pelabuhan daratnya Sarawak, sangat marak. (ars) Editor : Aristono Edi Kiswantoro