“Tahun lalu kami sudah juara dua. Kali ini kami kembali berkesempatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Kepala MTsN 2 Pontianak, Yuliana.
Untuk meraih prestasi tersebut, pihaknya telah mempersiapkan diri sejak lama. Harapannya, kata dia, apa yang telah diusahakan, bisa berbanding lurus dengan hasil yang akan didapat.
Terlepas dari keikutsertaan lomba tersebut, Yuliana mengatakan, segala upaya yang dilakukan ini, semata-mata untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah, baik siswa maupun guru, dalam hal kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan. Pihaknya terus berupaya agar pola hidup bersih dan sehat selalu diterapkan dan menjadi kebiasaan saat berada di manapun, termasuk di sekolah. “Bagaimanapun pola hidup yang sehat, akan menghasilkan generasi yang sehat pula,” pungkas dia.
Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, Sidiq Hadanu, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pontianakmendukung pelaksanaan lomba sekolah sehat, dalam rangka mendorong masyarakat sekolah yang sehat. Menurutnya, masyarakat sekolah adalah masyarakat yang terorganisir, sehingga lebih mudah dalam mengubah perilaku individunya.
Untuk mewujudkan hal ini, kata dia, tentu diperlukan peran Unit Kesehatan Siswa (UKS). “UKS saat ini sudah berkembang dengan luas. Bukan hanya soal pelayanan kesahatan, lingkungan sehat, dan pendidikan kesehatan. UKS juga punya peran yang berkaitan dengan membentuk karakter siswa yang lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan,” jelas dia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Ekhsan, menilai sekolah berbasis keislaman seperti madrasah, sepatutnya menjadi model sekolah sehat. Islam sendiri menurutnya telah mewariskan nilai-nilai kebersihan dan kesehatan yang dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah.
“Madrasah harus mampu melahirkan inovasi dalam mendorong sekolah bersih dan sehat. Bahkan semestinya madrasah bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” kata dia.
Pihaknya terus mendorong madrasah yang di Kota Pontianak, untuk bersama-sama mewujudkan sekolah yang bersih serta nyaman, sebagaimana nilai-nilai yang telah diwariskan oleh agama. (sti/ser) Editor : Ari Aprianz