Sebagian dari mereka berbaju kurung dan telok belanga. Sisanya mengenakan baju toga lengkap. Total dari mereka ada 69 peserta terdiri dari wisudawan wisudawati dan khataman Al-Qur'an. Sebanyak 46 santri diwisuda dan 23 santri ikut khataman.
Ketua Pengurus Masjid Al-Amiin M Zaini mengungkapkan, para santri di tempatnya dididik sedini mungkin tentang ajaran Islami. Ada beberapa hal yang jadi materi, seperti dasar salat, membaca Al-Aur'an, hafalan ayat pendek serta doa sehari-hari.
"Di samping itu juga diajari bagaimana membentuk budi pekerti. Paling penting, supaya mereka sejak dini senang ke masjid," ungkapnya kepada awak media.
Selain itu mereka juga mendapatkan materi utama belajar mengaji. Yakni dari metode iqra sampai ke Al-Qur'an. Juga ilmu tajwid dipadukan dengan ilmu fiqih,
akidah dan bahasa Arab.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Pontianak Widodo mengaku bangga dengan raihan para santri selama ini. Termasuk penampilan saat acara wisuda dan khataman Al-Qur'an kali ini.
Dia merasa semua yang ditampilkan, merupakan wujud apa yang dipelajari selama di TPA. "Jadi orang tua sangat antusias untuk menitipkan anaknya belajar di TPA Al-Amiin," katanya.
Dia bercerita, sejak tinggal di kawasan Perumnas 2 tahun 1996, TPA sudah tumbuh berkembang. Pengurus masjid dari dulu hingga saat ini, kukuh membentengi anak-anak dari perubahan zaman yang tak sesuai.
Misalnya perkembangan dunia digital seperti kecanduan gadget bagi anak-anak. "Kami pengurus masjid mencari cara bagaimana membentengi anak-anak bukan hanya sekadar mendapat pelajaran, tapi minimal mereka juga mencintai masjid sehingga mereka kalau sudah besar, jadi terbiasa ke masjid," pungkasnya.(bar) Editor : Idil Aqsa Akbary