Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 9.15. Korban diduga mengalami kram saat berenang. Ia tenggelam di kolam dengan kedalaman 1,8 meter. Kondisi ini kemudian diketahui oleh pengunjung lainnya. Tubuh korban lalu diangkat guna diberikan pertolongan. Beberapa pengunjung memompa dada korban dan diberikan oksigen.
Dari mulutnya keluar air dan sisa makanan. Saat itu nadi korban masih berdenyut. Oleh petugas, korban kemudian dibawa ke klinik di Pal V, Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Barat. Sayangnya klinik tersebut tutup. Korban lantas dilarikan ke rumah sakit Antonius.
Pengawas kolam renang, Reno Kurniawan mengatakan, baru kali ini terjadi kecelakaan di kolam renang. Sesuai aturan, pengunjung di bawah usia 12 tahun mestinya tidak boleh masuk. “Korban sebenarnya tahu berenang. Saat tenggelam, kawan-kawannya mengira korban menenggelamkan diri,” kata Reno.
Reno menuturkan, kolam renang ini juga memiliki aturan lain, yakni pengunjung yang tidak bisa berenang tidak boleh masuk. “Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan setiap beberapa menit kami selalu umumkan aturan berenang,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Sugiono membenarkan kasus tenggelamnnya pengunjung kolam renang Ampera, Jalan Ujung Pandang 2, Kelurahan Sungai Jawi. Korban diketahui bernama M Passya Saputra, warga Kompleks Batara Indah 1.
Sugiono menjelaskan, dari keterangan saksi, pada saat itu saksi yang bertugas melakukan pengawasan sedang memutar keliling kolam renang. Setelah melaksanakan tugas, saksi tiba-tiba dipanggil oleh pengunjung kolam renang yang mengabari bahwa ada orang tenggelam.
Mendapat informasi itu, lanjut Sugiono, saksi langsung mengecek ke lokasi. Tubuh korban ternyata sudah diangkat ke atas. Terhadap korban langsung diberikan pertolongan pertama dengan cara menekan dada hingga mengeluarkan sedikit air.
“Dari keterangan pengawas, korban dibawa ke musala dekat kolam renang. Karena melihat korban tidak sadarkan diri, saksi kemudian membawa korban ke klinik terdekat di Pal V,” kata Sugiono.
Lantaran klinik tersebut tutup, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Antonius. Namun nyawa korban tidak sempat tertolong. “Menurut keterangan pengawas, korban saat itu sedang menolong temannya yang sedang berenang dan membawanya ke tepi, dimungkinkan kaki korban kram hingga korban tenggelam,” ucapnya.
Sugiono menerangkan, korban diketahui tenggelam di kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,8 meter. “Dugaan sementara kaki korban kram saat menolong temannya. Karena tidak mampu, ia pun tenggelam,” tuturnya.
Sugiono menyatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tenggelamnya pengunjung kolam renang. Beberapa saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan dan tempat kejadian telah dipasangi garis polisi. (adg)
Editor : Ari Aprianz