Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Festival Buah-buahan Lokal di Kota Pontianak

Ari Aprianz • Minggu, 2 Februari 2020 | 10:09 WIB
LITERASI: Peluncuran seribu buku penulis Kalbar di Wisata Literasi Nasional 2019, Sabtu (6/9) di Pendopo Gubernur bersama Najwa Shihab. SYAHRIANI/PONTIANAK POST
LITERASI: Peluncuran seribu buku penulis Kalbar di Wisata Literasi Nasional 2019, Sabtu (6/9) di Pendopo Gubernur bersama Najwa Shihab. SYAHRIANI/PONTIANAK POST
Ada 40 Varietas Buah dengan Nama-nama Lokal

Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengenalkan dan mempromosikan buah lokal asal Kalimantan Barat (Kalbar) melalui festival buah, mendapat apreasiasi tinggi dari masyarakat. Hari kedua festival di Taman Alun Kapuas, sukses menyedot  perhatian masyarakat yang ingin melihat langsung aneka buah yang dipamerkan.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

MENGUNJUNGI Kalimantan saat musim buah tiba menjadi salah satu anugerah tersendiri. Apalagi jika hasil buah hutan melimpah, di mana ragam jenis buah bisa memanjakan lidah. Sayangnya, banyak buah yang tak bisa didapatkan di pasar, apalagi di supermarket.

Alasan itu pula yang menjadikan Pemkot Pontianak melalui Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata, pada Seksi Pemasaran Pariwisata, Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak menggelar Festival Buah Lokal yang berlangsung pada 31 Januari – 2 Februari di Taman Alun Kapuas. Lebih kurang 40 varietas buah yang unik dan sungguh sensasional, ditampilkan di sini, baik dari segi bentuk dan rasa. Buah-buah tersebut bahkan hanya dikenal oleh beberapa kampung saja, dengan nama-nama yang unik pula.

Festival ini mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hasanah, salah satunya. Warga Segedong, Kabupaten Mempawah ini, sengaja datang ke Taman Alun Kapuas, untuk melihat aneka buah lokal yang dijumpai. Dia merasa beruntung, saat berkunjung di hari kedua festival ini, di mana dapat melihat ragam buah hutan yang baru kali pertama ia temui. Seperti buah ridan, angkaham, berangan, dan banyak lagi lainnya.

“Banyak yang baru kali pertama saya lihat. Bagus ya event seperti ini. Memperkenalkan masyarakat tentang aneka buah-buahan yang jarang dijumpai dipasaran,” katanya.

Sayangnya, diakui dia, tidak banyak buah yang bisa dibeli. Dia berharap kegiatan ini bisa menjadi event tahunan, di mana buah yang ada tidak hanya untuk pameran, tetapi juga dijual.

“Iya tadi pengen buah langir, katanya manis. Selama ini kan hanya tahu kulit keringnya saja. Tapi tadi tidak untuk dijual,” jelasnya.

Meski demikian, Hasanah tak ingin ketinggalan moment ini. Sejumlah buah-buah asal tanah Kalimantan diburunya. Seperti buah tampoy dan rudan, ia beli untuk merasaka sensasi buah lokal ini. “Kalau tampoy sudah biasa saya makannya. Saya suka. Saya sebutnya dulu manggis hutan. Seperti manggis kan bentuknya? Kemudian tadi ada lihat rudan atau kayak rambutan hutan,” ucapnya.

Herman, salah satu petugas di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar tampak semangat meladeni antusiasme masyarakat yang bertanya tentang  ragam buah yang dipamerkan. Tidak hanya dari nama dan asal buah ini, tetapi juga dari proses mengolah sebelum dimakan.

“Seperti angkaham ini ya, caranya itu direndam dulu dengan air hangat, kalau sudah lembut baru dimakan,” ujarnya memberikan edukasi ke masyarakat dari buah yang berasal dari Landak ini.

Antusiasme masyarakat untuk mengenal dan merasakan buah-buah hutan sangat tinggi. Yana, penjaga stan saat hari pertama dibuat cukup kewalahan meladeni para pembeli. Buah hutan seperti rudan habis terjual. Hari kedua stan ini berganti menjual pisang, langsat, dan asam keranji. “Iya, hari pertama itu antusiasnya cukup tinggi,” katanya.

Sementara itu, di panggung utama juga tak kalah meriah dengan ragam acara yang ditampilkan. Rangkaian kegiatan ini dimulai pada Jumat (31/1), digelar lomba carvuing buah lokal,  kontes buah lokal unik, tundang, syair, penampilan bakat Abang-Adek, kemudian Sabtu (1/2), dirangkai dengan kegaitan penampilan bakat dari perwakilan sekolah di panggung utama, juga diisi dengan grand final Duta Kuliner Kalbar. Penutupan kegiatan yang berlangsung hari ini (2/2), dirangkai dengan kegiatan Pontianak City Run 2020, fun zumba, pengumuman dan doorprize, lomba mewarnai, lomba dance, dan lomba fashion show. (*) Editor : Ari Aprianz
#festival buah