“ASN Kemenkeu harus memahami betul tugas pengabdiannya bukan untuk kepentingan atasan /kelompok melainkan untuk kepentingan publik dan masyarakat luas yang menjadi pelanggan/Konsumen layanan. Bekerjalah dengan terstruktur, sistematis dan masif agar optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kepala Kanwil DJKN Kalbar, Edward UP Nainggolan dalam ceramahnya kepada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II Periode I di BDK Pontianak.
Pada kesempatan itu, Edward juga menyampaikan bahwa terdapat hal-hal utama yang harus diimplementasikan dalam bekerja, yaitu integritas, disiplin dan antokorupsi. “Jika kita kehilangan harta benda, masih bisa dibeli. Tetapi jika kehilangan integritas, kita akan kehilangan segalanya karena integritas tidak ternilai dan tidak dapat dibeli,” katanya. Menurut Edward, Indonesia memerlukan ASN yang memiliki jiwa antikorupsi. Indonesia tidak akan pernah maju jika korupsi terus merajalela. “Indonesia yang bebas dari korupsi hanya akan menjadi mimpi belaka ketika kita tidak berbuat sesuatu untuk melenyapkannya,” ujar dia.
Sebagai generasi muda yang akan mengabdi kepada negara, ASN muda harus mampu berinovasi dan menciptakan hal sederhana yang berdampak signifikan bagi organisasi. “Make it simple, but significant,” pungkas Edward.* Editor : Ari Aprianz