Edi mengaku sangat mengapresiasi langkah dari perusahaan yang bergerak di bidang Management Trainee dan Business Development itu. Apalagi founder Borneo Group merupakan putra asli daerah Kalimantan Barat (Kalbar), sehingga itu menjadi suatu kebanggan tersendiri.
"Dengan berbagai sektor bisnisnya, herbal, properti, digital dan lainnya," ungkap Edi kepada awak media.
Menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus mendukung langkah serupa. Karena terbukti masih ada semangat dari putra daerah untuk membangun usaha yang sukses.
Ia berharap langkah yang dilakukan Borneo Group bisa menjadi contoh bagi entrepreneur muda lainnya. Bahwa peluang usaha apapun bisa dilakukan jika ada kemauan. Ditambah dengan dibukanya kantor pusat Borneo Group, ia yakin akan membuka lapangan kerja baru serta mengurangi angka pengangguran. "PemkotPontianak akan mempermudah perizinan dan akses untuk peningkatan kualitas," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Founder Borneo Group Safiuddin mengatakan fokus bisnis Borneo Group adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ke depan Borneo Group akan merambah ke wilayah Jawa dan Sumatera.
Borneo Group yang memiliki beberapa anak usaha seperti Borneo Herbs, Borneo Digitek hingga Borneo Skincare ini telah mempunyai cabang di 26 daerah se-Indonesia. Safiuddin menyebut ada sebanyak 70 manajer yang menempati setiap kantor cabang se-Indonesia. Dengan target di tahun 2020, bisa mencapai 120 manajer untuk seluruh cabang di Indonesia.
"Kami sudah memiliki 1.000-an karyawan, dan terus merekrut. Di Pontianak kami ada tiga cabang, dalam waktu dekat buka lagi di Sanggau, Singkawang dan Ketapang," ungkapnya.
Seperti diketahui selain Founder yang juga CEO Borneo Group Safiuddin dalam acara persesmian itu turut hadir para pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak lainnya, seperti kepala OPD, camat dan lurah. Serta hadir pula komunitas Benelli Owner Indonesia (BOI) Pontianak, lalu para santri dan santriwati, anak yatim dari pondok pesantren yang turut diundang. (bar) Editor : Shando Safela