Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Borneo Group Bawa Angin Segar Investasi di Tengah Wabah Corona

Shando Safela • Minggu, 8 Maret 2020 | 18:28 WIB
Photo
Photo
PONTIANAK- Ekspansi perusahaan milik pengusaha asal Kalimantan Barat (Kalbar) dinilai menjadi angin segar di tengah melemahnya investasi akibat wabah corona (Covid-19) di dunia.

Hal itu diungkapkan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meresmikan gedung Center Borneo Group di Jalan Husin Hamzah Pal 3 Gunung Peramas No.7 A, Minggu (8/3).

Edi sangat mengapresiasi hadirnya perusahaan yang bergerak di bidang Management Trainee dan Business Development itu. Apalagi founder Borneo Group merupakan putra asli daerah Kalbar, sehingga menjadi satu kebanggan tersendiri.

"Borneo Group hadir dengan berbagai sektor bisnisnya, seperti herbal, properti, digital dan lainnya," ungkap Edi.

Menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus mendukung langkah Borneo Group. Mengingat iklim investasi saat ini mulai melemah akibat mewabahnya virus corona. "Di sini terbukti ada semangat dari putra daerah untuk membangun usaha hingga maju," katanya.

Sementara itu, Founder Borneo Group Safiuddin mengatakan, ke depan perusahaannya akan kembali berekspansi ke wilayah Jawa dan Sumatera. Wilayah tersebut dinilai memiliki prospek yang baik.

Borneo Group yang memiliki beberapa anak usaha seperti Borneo Herbs, Borneo Digitek hingga Borneo Skincare ini dikatakan telah mempunyai cabang di 26 daerah se-Indonesia.

Safiuddin menyebut ada 70 manajer yang menempati setiap kantor cabang se-Indonesia. Dengan target di tahun 2020, bisa mencapai 120 manajer untuk seluruh cabang di Indonesia.

"Kami sudah memiliki 1.000-an karyawan, dan terus merekrut. Di Pontianak kami ada tiga cabang, dalam waktu dekat buka lagi di Sanggau, Singkawang dan Ketapang," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Babe Udin itu menambahkan, selain fokus pada produk herbal, Borneo Group juga akan mengembangkan divisi lain seperti kosmetik, properti dan digital teknologi. Untuk produk herbal beberapa merupakan produk impor dari Brazil dan Amerika. Namun sebagian juga tetap menggunakan produk asli dalam negeri.

Ia menyampaikan dengan merebaknya virus corona saat ini masih belum berdampak pada usaha yang dimilikinya. Karena perusahaan ini telah memiliki stok produk yang cukup untuk beberapa waktu ke depan. Babe Udin menyebut produk herbal yang diproduksi perusahaannya ada juga yang khusus untuk pencegahan virus corona. Inovasi tersebut akan terus dikembangkan melalui penelitian ke depannya.(bar) Editor : Shando Safela