Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meresmikan gedung Center Borneo Group di Jalan Husin Hamzah Pal 3 Gunung Peramas No.7 A, Minggu (8/3). Hadirnya perusahaan yang bergerak di bidang Management Trainee dan Business Development ini dinilai menjadi angin segar di tengah melemahnya investasi akibat wabah corona (Covid-19) di dunia.
Edi mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Borneo Group. Apalagi founder Borneo Group merupakan putra asli daerah Kalimantan Barat (Kalbart), sehingga itu menjadi suatu kebanggan tersendiri. "Dengan berbagai sektor bisnisnya, herbal, properti, digital dan lainnya," ungkap Edi kepada awak media. Menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus mendukung langkah serupa. Mengingat iklim investasi saat ini mulai melemah akibat mewabahnya virus corona. "Di sini terbukti masih ada semangat dari putra daerah untuk membangun," katanya.
Ia berharap langkah yang dilakukan Borneo Group bisa menjadi contoh bagi entrepreneur muda lainnya. Bahwa peluang usaha apapun bisa dilakukan jika ada kemauan. Ditambah dengan dibukanya kantor pusat Borneo Group, ia yakin akan membuka lapangan kerja baru serta mengurangi angka pengangguran. "PemkotPontianak akan mempermudah perizinan dan akses untuk peningkatan kualitas," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Founder Borneo Group Safiuddin mengatakan fokus bisnis Borneo Group adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ke depan Borneo Group akan merambah ke wilayah Jawa dan Sumatera. Karena di wilayah tersebut dinilai memiliki prospek yang bagus.
Borneo Group yang memiliki beberapa anak usaha seperti Borneo Herbs, Borneo Digitek hingga Borneo Skincare ini telah mempunyai cabang di 26 daerah se-Indonesia. Safiuddin menyebut ada sebanyak 70 manajer yang menempati setiap kantor cabang se-Indonesia. Dengan target di tahun 2020, bisa mencapai 120 manajer untuk seluruh cabang di Indonesia. "Kami sudah memiliki 1.000-an karyawan, dan terus merekrut. Di Pontianak kami ada tiga cabang, dalam waktu dekat buka lagi di Sanggau, Singkawang dan Ketapang," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Babe Udin itu menambahkan, Borneo Group tetap akan fokus pada produk herbal dan pengembangan divisi lain seperti kosmetik, properti dan digital teknologi. Untuk produk herbal beberapa merupakan produk impor dari Brazil dan Amerika. Namun sebagian juga tetap menggunakan produk asali dalam negeri. Ia menyampaikan dengan merebaknya virus corona saat ini masih belum berdampak pada usaha yang dimilikinya. Karena pihaknya telah memiliki stok produk yang cukup untuk beberapa waktu ke depan.
Babe Udin menyebut produk herbal yang diproduksi perusahaannya ada juga yang khusus untuk pencegahan virus corona. Inovasi tersebut akan terus dikembangkan melalui penelitian ke depannya. Seperti diketahui selain Founder yang juga CEO Borneo Group Safiuddin dalam acara peresmian itu turut hadir para pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak lainnya, seperti kepala OPD, camat dan lurah. Serta hadir pula komunitas Benelli Owner Indonesia (BOI) Pontianak, lalu para santri dan santriwati, anak yatim dari pondok pesantren yang turut diundang.(bar) Editor : Super_Admin