Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pelni Karantina KM Bukit Raya

Administrator • Minggu, 19 April 2020 | 09:19 WIB
Photo
Photo
Dua Kru Reaktif Rapid Test

PONTIANAK – PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – PT. PELNI (Persero) melakukan karantina terhadap KM Bukit Raya. PT. PELNI bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melaksanakan penyemprotan kapal dengan disinfektan dan pengecekan kesehatan yang disertai dengan pelaksanaan rapid test bagi seluruh kru kapal, kemarin.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT. PELNI (Persero) Yahya Kuncoro mengatakan, penyemprotan kapal dengan disinfektan dan pengecekan kesehatan yang disertai dengan pelaksanaan rapid test bagi seluruh kru kapal, dilakukan setibanya kapal di Pelabuhan Pontianak.

“Berdasarkan hasil yang diterima, terdapat dua orang kru yang reaktif terhadap hasil rapid diagnostic test (RDT) sedangkan 83 kru lainnya teridentifikasi sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Saat ini kedua kru tersebut telah dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Sedangkan 83 lainya menjalani isolasi mandiri secara terpisah di atas kapal,” ujar Yahya melalui rilis tertulisnya, Sabtu (18/4) di Pontianak.

Dikatakan Yahya, pihaknya menerima hasil pemeriksaan swab yang bersangkutan pada Jumat (17/4) dan ternyata dinyatakan positif. “ABK tersebut saat ini telah mendapatkan perawatan medis oleh rumah sakit di Tanjung Pinang sejak Sabtu lalu (11/4). Manajemen pun terus memantau perkembangan kesehatan yang bersangkutan,” terangnya.

Sesuai Rencana, KM Bukit Raya akan melakukan karantina dan portstay di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Selama kapal menunggu di pelabuhan, sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, seluruh kru akan menjalani isolasi mandiri dengan dengan pengawasan yang ketat, dengan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Manajemen juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator, terkait dengan penyesuaian trayek kapal untuk kondisi saat ini. “Kami juga telah menginstruksikan kepada seluruh cabang dan petugas kapal untuk dapat standby bila sewaktu-waktu kapal dioperasikan karena kapal-kapal kami juga melayani muatan logistik,” tambahnya.

Sebagai informasi, seluruh kapal putih (kapal penumpang) milik PT. PELNI (Persero) juga dioperasikan untuk mengangkut sejumlah muatan logistik menuju wilayah di Indonesia. KM Bukit Raya adalah salah satu kapal milik mereka dengan kapasitas 1000 pax. Kapal tersebut melayani rute Tanjung Priok – Blinyu – Kijang – Letung – Tarempa – Natuna – Midai – Serasan – Pontianak – Surabaya – Pontianak – Serasan – Midai – Natuna – Tarempa – Letung – Kijang – Blinyu – Tanjung Priok. Perusahaan secara aktif melakukan peningkatan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal. Sebelumnya, dalam menghadapi pandemi Covid-19, seluruh petugas kapal telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh SOP kesehatan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terkait penanganan COVID-19. Manajemen juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan APD serta membekali multivitamin sebagai upaya dalam meningkatkan imunitas para ABK.

Menyikapi kejadian ini, Yahya menjelaskan bahwa manajemen akan memberikan batasan ruang gerak bagi para penumpang. "Demi keamanan dan kenyamanan bersama serta guna meminimalisir interaksi antara petugas dengan penumpang, maka manajemen akan menerapkan kebijakan bagi penumpang untuk diberikan akses pada deck tertentu saja," tambahnya.

Selain itu, sebagai salah satu upaya dalam meminimalisir penyebaran Covid-19, manajemen juga mewajibkan seluruh calon penumpang yang akan berpergian dengan kapal PELNI untuk dapat menyertakan surat keterangan sehat, yang dikeluarkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes) setempat.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah, mulai 12 April lalu, PELNI mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menggunakan masker selama berada di atas kapal. Selain itu, PELNI secara konsisten menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal. Perusahaan juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, serta menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh 1 – 2 meter, baik itu pada nomor bed maupun saat mengantre makan.

Begitu pula dengan hand sanitizer yang telah disediakan mereka pada setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit di tengah perjalanan, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut perihal Optimalisasi Operasi Kapal PSO Penumpang dan Perintis di Masa Karantina Wilayah Akibat Covid-19, manajemen juga telah mengambil keputusan untuk menjual tiket maksimal 50 persen dari kapasitas seat terpasang, untuk masing-masing kapal dan efektif sejak 4 April. Hal tersebut dilakukan mereka agar physical distancing bagi penumpang dapat terlaksana selama perjalanan.

PELNI sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas. Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.

Sebelumnya diberitakan bahwa 422 penumpang KM Bukit Raya dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah tiba di Kota Pontianak. Sabtu dini hari (18/4) Ratusan penumpang yang tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan harus kedalam bilik disinfektan. Pemerikaan suhu tubuh dan penyempurnaan cairan disinfektan tersebut, dilakukan demi mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3L) Pontianak, AKP Firah Meydar Hasan, mengatakan, apa yang mereka lakukan tersebut dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19. Dia menjelaskan, seperti yang dilakuka pihaknya, mereka melakukan pengamanan kedatangan ratusan penumpang KM Bukit Raya yang datang dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Pada kedatangan penumpang ini, kami mendampingi petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa suhu tubuh penumpang yang turun dari kapal," kata Firah.

Dia menerangkan, kegiatan pengaman itu melibatkan personel dari KSOP, PT. Pelindo, sekuriti, PELNI, dan anggota Polsek untuk mendeteksi sedini mungkin orang-orang yang terindikasi Covid-19.

Firah mengungkapkan, sebanyak 442 orang penumpang KM Bukit Raya dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diperiksa suhu tubuhnya, kemudian dipersilakan untuk masuk ke bilik disinfektan dan diwajibkan untuk mengisi kartu kuning (HAC). "Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya penumpang yang terindikasi Covid-19,” ucapnya.

Menurut Firah bahwa Pemerintah Pusat telah menetapkan wabah virus Covid-19 menjadi bencana nasional. Terkait pencegahan penyebaran virus itu, Polsek sudah melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait di pelabuhan untuk melakukan langkah antisipasi. (arf/adg) Editor : Administrator
#covid-19 #pelni