Ini menepis anggapan jika ditentukan oleh satuan pendidikan semuanya lulus. Ternyata tenaga pendidik tetap bekerja profesional dan obyektif meskipun kelulusan ditentukan oleh sekolah
PONTIANAK – Dinas Pendidikan Kalimantan Barat mencatat total siswa SMA dan SMK yang tak lulus tahun ini sebanyak 237 siswa. Adapun rinciannya 109 siswa SMA yang tak lulus. Sedangkan SMK ada 128 siswa yang tak lulus.
“Ini menepis anggapan jika ditentukan oleh satuan pendidikan semuanya lulus. Ternyata tenaga pendidik tetap bekerja profesional dan obyektif meskipun kelulusan ditentukan oleh sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Suprianus Herman di Pontianak, kemarin.
Ia menjelaskan di tengah masa pandemi Covid-19 ini UNBK untuk SMK yang sebelumnya sempat digelar akhirnya dibatalkan. Berikut dengan penghapusan pelaksanaan ujian nasional tahun ini. Baik itu untuk jenjang pendidikan SMA maupun SMP.
Kendati demikian ia memastikan tidak mengurangi makna untuk proses penilaian walaupun mekanisme belajarnya diganti dengan sistem daring.
“Kebijakan pembatasan sosial dan jaga jarak untuk memperlambat laju persebaran virus Corona di tengah masyarakat sehingga kebijakan itu juga berjalan di satuan pendidikan. Mereka belajar di rumah bahkan libur belajar berlanjut hingga 30 Mei 2020,” jelas Suprianus.
Sementara itu jumlah peserta ujian nasional untuk SMA tahun ini diikuti 423 sekolah dengan total 39.330 siswa. Adapun yang lulus sebanyak 30.221. Lalu SMK peserta ujiannya sebanyak 223 sekolah dengan 20.949 peserta ujian. Peserta yang lulus 20.821 dan. Untuk SLB ada 21 sekolah, peserta ujiannya 32 orang dan semuanya lulus.
“Adanya siswa yang tidak lulus menandakan tenaga pendidik masih profesional dalam menjalankan tugas,” kata Suprinaus. (mse)
Editor : Administrator