Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengurus Masjid Siapkan Banyak Tempat Cuci Tangan

Ari Aprianz • Jumat, 5 Juni 2020 | 10:42 WIB
Berangkat: Sebanyak 180 Personel Satbrimob Polda Kalbar diberangkatkan ke Papua dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua Tahun 2019. HUMAS POLDA KALBAR 
Berangkat: Sebanyak 180 Personel Satbrimob Polda Kalbar diberangkatkan ke Papua dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua Tahun 2019. HUMAS POLDA KALBAR 
PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meninjau kesiapan pelaksanaan kenormalan baru di tempat ibadah khususnya Masjid Raya Mujahidin, Kamis (4/6). Dalam kesempatan itu ia mengapresiasi pengurus masjid yang telah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik, salah satunya penyediaan tempat cuci tangan yang jumlahnya mencapai ratusan unit.  "Saya tadi meninjau kesiapan penerapan new normal, para pengurus masjid tadi sudah siap. Tadi saya liat ada 100 lebih tempat cuci tangan,” ungkapnya usai meninjau Masjid Raya Mujahidin, Kamis (4/6) pagi.

Meski pengurus masjid telah menyiapkan segala hal untuk kenyamanan jemaah, ia meminta para jemaah tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. Jemaah yang ingin salat berjemaah ke masjid diharapkan selalu menjaga kebersihan guna menekan penyebaran Covid-19.  “Jangan ada tanggapan dari jemaah yang bilang saya kan sudah wudhu di rumah jadi tidak perlu cuci tangan lagi, memang benar sudah wudhu apa ada jaminan jika stang motor dan stir mobil itu bebas virus kan itu masalahnya. Jadi cuci tangan itukan gampang, kan kebersihan itu sebagian dari iman,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya pemerintah telah membahas soal kenormalan baru di Provinsi Kalbar. Mulai minggu ini masyarakat sudah bisa menjalankan kegiatan di tempat-tempat ibadah, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti salah satunya, pelaksanaan salat jumat berjemaah di masjid sudah bisa dilaksanakan minggu ini.  Namun demikian pelaksanaannya tetap harus memperhatikan beberapa catatan. Pengurus masjid harus mempersiapakan berbagai hal dengan baik. Semisal untuk infak tidak lagi menggunakan kotak amal seperti biasanya.

"Jadi bisa pakai tanggukan saja, karena kotak amal berjalan itu rawan. Seandinya ada satu orang yang positif kemudian dia pegang kotak amal lalu yang lain megang, maka yang lain juga akan terjangkit," terang Midji sapaan akrabnya.  Selain itu, soal saf juga harus diatur sedemikian rupa. Antara satu jemaah dengan jemaah yang lain jaraknya harus diperlebar. Dengan demikian pengurus masjid juga tidak perlu lagi menyediakan sajadah seperti biasa. "Tidak perlu dipasang sajadah karena rawan, sehingga mudah juga membersihkan masjid itu, para jemaah hendaknya bawa sajadah sendiri," pesannya.

Kemudian pihak masjid juga harus rutin melaksanakan disinfektan. Minimal seminggu satu kali sebelum pelaksanaan salat Jumat berjemaah. Ditambah pengurus masjid juga harus menyediakan masker agar semua jemaah bisa menggunakannya. "Jadi harus maklum, karena kondisi Covid-19 ini masih terjadi. Mau beribadah di masjid silahkan, mau di rumah lebih baik," ucapnya.(bar) Editor : Ari Aprianz
#covid-19 #masjid #mujahidin