Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Adaptasi Aming Coffee Hadapi Kenormalan Baru

Ari Aprianz • Rabu, 10 Juni 2020 | 11:21 WIB
Photo
Photo
Jalankan Protokol Kesehatan, Kurangi 50 Persen Tempat Duduk

Sebagian warung kopi di Kota Pontianak mulai kembali melayani makan minum di tempat. Namun semua wajib menerapkan aturan atau protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19. Aming Coffee adalah salah satunya. Apa saja aturannya?

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SEJAK pagi Limin sibuk ikut menata meja kursi di salah satu warung kopi (warkop) miliknya di Jalan Ilham, Pontianak Kota, Selasa (9/6). Kemarin merupakan hari kedua tempat usahanya itu dibuka untuk melayani makan dan minum di tempat. Sebelumnya, sekitar dua bulan, , warkopnya hanya melayani pembelian untuk dibawa pulang (take away) akibat kondisi pandemi Covid-19.

Banyak hal yang berubah dari operasional usahanya itu. Limin selaku owner harus beradaptasi, terutama dalam rangka menjalankan anjuran pemerintah sesuai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Perlu waktu untuk bisa menyiapkan segalanya dengan baik. Paling mencolok terlihat pada penataan meja kursi untuk pelanggan yang ingin menikmati kopi di salah satu warkop paling top Kota Pontianak itu.

Posisi antara satu meja dengan yang lainnya diberi jarak. Dalam satu meja juga hanya disiapkan dua kursi yang saling berhadapan. Dengan demikian masing-masing pengunjung jaraknya cukup terpisah. Pihak warkop juga meminta pengunjung tak menggabungkan meja kursi yang ada.

Dengan kondisi itu, otomatis berpengaruh terhadap pengurangan kapasitas tempat duduk di warkop hingga 50 persen. "Kapasitas tempat duduk minimal berkurang 50 persen dari keadaan normal biasanya," ungkapnya.

Berkurangnya kapasitas pengunjung pastinya juga berimbas pada pendapatan atau omzet yang diterima. Namun Limin mengaku belum bisa menghitung angka pastinya karena memang operasional baru dua hari dimulai. Apalagi pelanggan yang datang memang belum banyak, mengingat sebagian masyarakat masih libur dan perkantoran masih banyak yang belum buka.

Selain berkurangnya pendapatan seperti kondisi normal yang dulu, kenormalan baru juga menuntut biaya operasional lebih tinggi. Ada beberapa tambahan fasilitas untuk menunjang pelaksanaan protokol kesehatan.

Di antaranya penyediaan tempat cuci tangan dan sabun di depan gerai. Yang mana setiap pengunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk. Selain itu juga disediakan bilik antiseptik dengan bahan cairan yang aman bagi tubuh. "Setiap pengunjung yang datang juga dilakukan pengukuran suhu badan dan wajib menggunakan masker," katanya.

Semua itu menurutnya dilakukan sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 di masyarakat. Meski banyak hal harus dipersiapkan, Limin bersyukur usahanya bisa kembali dibuka penuh. Termasuk untuk seluruh cabang atau gerai-gerai yang ada sudah kembali dibuka.

"Untuk waktu operasional masih bervariasi, semua cabang sudah buka dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Yang di luar kota seperti di Singkawang dan Sintang juga sudah buka," pungkasnya.** Editor : Ari Aprianz
#kopi #aming #kafe