Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pelican Crossing Solusi Aman Pejalan Kaki

Ari Aprianz • Rabu, 24 Juni 2020 | 10:52 WIB
ANTISIPASI KARHUTLA: Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tri Mandayan, Kecamatan Teluk Keramat sedang melakukan pembasahan lahan gambut, Sabtu (22/8).  Dokumen Badan Restorasi Gambut
ANTISIPASI KARHUTLA: Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tri Mandayan, Kecamatan Teluk Keramat sedang melakukan pembasahan lahan gambut, Sabtu (22/8). Dokumen Badan Restorasi Gambut
Tak lama lagi, beberapa tempat penyebarangan jalan di Kota Pontianak akan dipasangi pelican crossing. Bantuan tersebut diberikan Pemerintah Provinsi Kalbar, kepada Pemkot Pontianak dengan pengelolaannya nanti di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Pontianak.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi membenarkan bahwa dalam waktu dekat, pelican crossing akan terpasang di dua tempat penyeberangan. Dua tempat penyeberangan itu ada di depan Hotel  Neo, depan Hotel Harris dan satu lagi penyeberangan di Jalan Pangeran Natakusuma. Fungsi pelican crossing sendiri, sebenarnya untuk memberikan keleluasaan pada warga yang ingin menyeberang.

Pelican crossing berupa zebra cross yang dilengkapi lampu lalu lintas yang berfungsi dengan menekan tombol. Apabila ada yang menekan tombol, maka lampu lalu lintas akan menyala merah. Artinya kendaraan yang lewat harus berhenti sementara pejalan kaki menyeberang jalan. “Nanti, ketika alatnya sudah dipasang, pejalan kaki tinggal menekan tombol yang tersedia. Jika sudah ditekan maka lampu merah akan menyala dan pengendara wajib berhenti sambil menunggu si pejalan kaki ini lewat,” kata Utin Srilena Candramidi, kepada Pontianak Post, Selasa (23/6).

Pelican crossing lanjutnya, juga sebagai penghargaan dan perlindungan bagi pejalan kaki agar bisa menjadi prioritas ketika ingin menyeberang jalan. Selama ini, pantauan dia, di jalan-jalan utama, penyeberangan  jalan hanya sebatas hiasan. Keberadaan rambut itu seperti tak berpihak pada pejalan kaki. Dengan adanya pelican crossing, sedikit banyak akan memberikan solusi baru bagi pejalan kaki ketika menyeberangi jalan raya.

Hari ini (kemarin) Utin telah mengecek lokasi-lokasi yang bakal dipasangi alat tersebut. Secara keseluruhan tiada kendala. Jika semuanya telah siap, maka bantuan dari Pemprov Kalbar kepada Pemkot Pontianak akan segera dilakukan. Utin berharap, jika alatnya sudah terpasang, secepatnya bisa digunakan oleh pejalan kaki. Diketahui, pelican crossing sudah digunakan di kota besar, sebagai pengganti Jembatan Penyeberangan Orang.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali menyambut baik, bantuan pelican crossing dari Pemprov Kalbar  ke Pemkot Pontianak. Alat tersebut, dirasa dia boleh diterapkan di sini. Dasarnya, dengan melihat pertumbuhan kendaraan yang kian tahun kian  meninggi. Selain itu, kesadaran pengendara untuk memberikan ruang bagi pejalan kaki saat ini sudah jauh berkurang. Jika penerapan awal berjalan baik. Ia menganjurkan Pemkot Pontianak menambah pelican crossing di beberapa titik penyeberangan yang dianggap ramai dilalui kendaraan, roda dua dan empat. Seperti di pertengahan Jalan Ahmad Yani dirasa dia, penempatan pelican crossing mesti dipasang. Kemudian untuk penyeberangan di Jalan Tanjung Pura, atau Jalan Imam Bonjol ke depan juga mesti terpasang alat tersebut.

Dian salah satu warga Kota Pontianak, juga menyambut baik dengan rencana pemasangan pelican crossing. “Di kota besar, pelican crossing sudah diterapkan. Jika Pontianak akan menerapkan itu, memang patut dicoba. Karena alat ini sebagai solusi dan jawaban bagi keamanan pejalan kaki ketika melintas di jalan raya,” ujarnya.(iza)  Editor : Ari Aprianz
#pelican crossing