Mirza Ahmad Muin, Pontianak
Dede bersama beberapa rekan yang tergabung di Pesona Kalbar Hijau (PKH), Senin pagi tengah sibuk melakukan pengemasan packaging beberapa produk hasil alam hutan Kalbar yang bakal didistribusikan ke konsumen. Rumah milik Dede, salah satu komplek yang terletak di Kecamatan Pontianak Timur berdekatan dengan tapal batas daerah tetangga di Kubu Raya itu menjadi markas PKH. Di sana, berbagai macam produk hasil alam Kalbar disulap menjadi berbagai produk turunan. Salah satu yang ternama adalah madu kelulut dan madu mangrove yang berasal dari hutan bentang pesisir Padang Tikar, Kubu Raya. Selain madu, kopi, kepiting mangrove dan berbagai produk laut juga tersedia disana.
Dengan kemasan yang apik, kata Dede, produk-produk hasil alam ini disulap menjadi produk bernilai jual tinggi. Ia menuturkan belum setahun PKH berdiri namun pangsa pasarnya sudah semakin luas. Produk-produk yang terdapat di gerai PKH ini pangsa pasarnya malah sudah dijual hingga ke Pulau Jawa. "Seperti komoditas madu saja, dari data yang tercatat sudah terjual sebanyak 4 ton," ungkap Dede.
Ia menuturkan, awal mula terbentuknya Pesona Kalbar Hijau berawal dari kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan melalui skema hutan desa di wilayah Bentang Pesisir Padang Tikar Kubu Raya. Mantan Direktur Sampan Kalimantan itu melihat dari pemberdayaan yang teman-teman Sampan lakukan kepada masyarakat dengan konsen menjaga hutan tanpa mengeksploitasi kayu-kayu, terdapat sumber alam yang bisa dimanfaatkan selain kayu.
Madu, kepiting dan hasil alam bukan kayu itulah digali dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Pendampingan hingga pelatihan agar masyarakat setempat bisa menggali potensi alamnnya pun dilakukan. Hasilnya positif. Dari sana kini secara perlahan kawan-kawan di desa bisa memanfaatkan sumber alam bukan kayu menjadi satu produk bernilai ekonomi.
Bahkan kata dia, dari hasil itu jumlahnya semakin banyak. Sadar akan hasil yang melimpah menjadikan sebuah tantangan baru. "Tantangannya bagaimana menjual produk ini agar hasilnya bisa dinikmati warga setempat," ungkapnya.
Dasar itu menjadikan Dede mendirikan PKH ini. Sekarang market produk-produk di bawah naungan PKH semakin meluas. Dalam membantunya menjalankan program ini, ia juga melibatkan ibu-ibu di komplek tempat ia tinggal. Dari PKH kini pelan-pelan ia mulai membuat satu lapangan pekerjaan baru. Dimana tenaga kerjanya berasal dari ibu-ibu komplek. Begitupula dengan masyarakat desa yang menghasilkan produk bukan kayu bisa mendapatkan tambahan uang dari hasil alam yang dikelola dengan baik. Sisi positif lainnya, hutan juga tetap terjaga.(**) Editor : Administrator