Dandim 1207/BS Kolonel Inf Jajang Kurniawan dalam keterangannya pada Sabtu (21/11) menyampaikan, pembentukan Satgas ini dilakukan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya.
“Kita dirikan Posko Satgas Covid-19 di Bundaran Taman Digulis Pontianak salah satunya,” ujar Dandim.
Selanjutnya Dandim juga menyampaikan bahwa Satgas Desa Tangkal Covid-19 ini nantinya akan bergerak mengimbau masyarakat secara masif agar masyarakat mengikuti dan mempedomani protokol kesehatan.
“Bila perlu Satgas ini langsung mendatangi rumah-rumah warga,” ungkap Dandim.
Kodim 1207/BS terus berupaya membantu Pemerintah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dalam penanganan Covid-19 dengan penegakan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan di tempat-tempat umum di wilayah Pontianak dan Kubu Raya.
“Dalam operasi ini kita menyasar tempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat seperti pasar, pusat perbelanjaan, fasilitas umum, warkop, tempat hiburan dan tempat ibadah,” ujar Dandim.
Kegiatan operasi pendisiplinan protokol kesehatan yang dilakukan diharapkan mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Awalnya Kota Pontianak yang dinyatakan sebagai zona merah saat ini sudah kembali ke zona oranye.
“Hal ini akan terus kita lakukan, diharapkan melalui kegiatan ini wilayah kita bisa menjadi zona hijau,’ harap kolonel Inf Jajang Kurniawan.
Dandim juga berharap, dengan adanya Satgas Desa Tangkal Covid-19 bisa membawa perubahan perilaku masyarakat untuk lebih sadar dan peduli dengan memberdayakan pola hidup sehat guna mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan dalam upaya penanganan Covid-19 melalui Satgas Desa Tangkal Covid-19, dia mengimbau semua pihak terkait untuk selalu tegas dalam mengedukasi dalam mensosialisasikan ke masyarakat mengenai pentingnya mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing. Sutarmidji menilai upaya penganan dan mencegah penyebaran Covid-19 harus lebih massif, jika hal tersebut tidak dilakukan maka semakin ke depan akan semakin berat kasusnya.
Lonjakan kasus di Kalbar cukup menarik perhatian, lima bulan lalu kasus kematian sebanyak empat namun kini sudah sudah 22 kasus. Kemudian ada peningkatan jumlah orang yang terpapar meningkat dari 500 menjadi 1600-an.
“Hal ini harus dianalisis dan harus dilakukan penanganan secar masif untuk menekan dan memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19,” papar orang nomor satu di Kalimantan barat ini.
Sutarmidji berharap dengan dibentuknya Satgas Desa Tangkal Covid-19, membuat adanya perubahan perilaku masyarakat untuk lebih sadar dan peduli dalam berperan serta memutus rantai penyebaran Covid-19, termasuk dengan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. (sya)
Editor : Administrator