Itu dikemukananya seusai melihat program pada tahun 2017 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kubu Raya bulan Oktober tahun 2017. Dia menilai Pemkab Kubu Raya periode 2017, seperti akan membuka toko bahan bangunan saja. Padahal di Kubu Raya banyak toko bangunan. Item proyek berupa Belanja Bahan Baku Bangunan senilai Rp41,45 miliar dengan kode tender 1692188, dan sudah dilelang. "Agak aneh proyek ini walaupun mungkin dibenarkan. Rawan dan berpotensi menjadi temuan. Keanehan tersebut harusnya masa lalu menjadi temuan dari aparat negara," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran dari LPSE, nilai pagu dananya sebesar Rp41,45 miliar dengan pemenang, PT. CPA di Jalan Parit Haji Usman RT. 002/RW. 014 Desa Jungkat, Kecamatan Siantan-Mempawah. Sebagai pemenang berkontrak manajemen PT.CPA menawar sebesar Rp41,43 miliar. "Kayaknya tidak ada penawar lain. Yang menang tidak jauh beda dengan nilai HPS. Ini harus menjadi perbandingan Pokja sekarang. Program-program rawan dan berpotensi tidak boleh diulang kembali pemerintahan sekarang," ujarnya.
Tidak hanya itu, program tahun 2016 berupa Pembangunan Jalan Supadio – Sekunder C (Segmen Parit Ngabeh) dari DAK tahun 2016 ikut menjadi sorotannya. Program fisik tersebut dianggarkan Rp24 miliar dengan pemenang berkontrak Rp23,9 miliar oleh PT.WDM Jalan Gajahmada.
Masih pada tahun yang sama yakni 2016, proyek besar lainnya berada di Dinas Bina Marga dan Pengairan pada tahun 2016 berupa Pembangunan Jalan Supadio – Sekunder C – Punggur (DAK). Nilai paketnya mencapai Rp 40 miliar dengan pemenang berkontrak Rp39,9 miliar oleh PT.KPMP Jalan Hijas Pontianak.
Tahun 2017 berikutnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kubu Raya berupa program Pembangunan Jalan Sungai Raya Dalam - Punggur (Tahun Jamak) dengan nilai Rp32 miliar. Pemenang berkontraknya yakni PT.KPMP dengan nilai Rp31,9 miliar.
Lebih lanjut dikatakannya proyek besar berikut pada tahun 2017 berupa Pembangunan Jalan Sungai Kakap - Punggur (Tahun Jamak) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan nilai pagu sebesar Rp30 miliar. Pemenang berkontraknya yakni PT.PAS Jalan Danau Sentarum, Komplek Bank Duta memperoleh nilai HPS sebesar Rp29,9 miliar.
Masih pada tahun 2017 yang sama Pembangunan Jalan Rasau Jaya - Sungai Bulan (Tahun Jamak) senilai Rp15 miliar juga direlease. PT.MBK Jl. Alianyang, adalah pemenangnyah dengan nilai penawaran Rp14,99 miliar. Ada juga tahun 2017 Pembangunan Jalan Mekar Sari - Sukalanting (Tahun Jamak) senilai Rp15 diluncurkan. Sementara pemenangnya yakni MM Jalan Parit Haji Husun Fajar Permai pemenangnya dengan nilai Rp14,9 miliar
Burhanudin menyoroti peta persaingan harga pada program-program di Dinas PU Kubu Raya beberapa tahun silam sepertinya tidak ada perlawanan dari penyedia jasa lainnya. Dia melihat pola penawaran hanya turun sekian persen bahkan nol koma persen saja. "Ini sepertinya tidak ada penawar. Seperti diatur. Kalau aneh-aneh begini, harusnya administrasi diperiksa. Bisa saja Kejagung atau KPK RI turun tangan. Saya siap bawa-bawa datanya," ujar dia.
Sementara, pelaksana program dari dinas terkaitg dikonfirmasi mengenai anggaran program-program besar di LPSE tahun 2017 dan 2016 engan berkomentar banyak. "Waduh, waktu itu saya anak buah. Tak berhak memberikan komentar lah," kata ASN di Dinas PUPR yang namanya minta tidak disebutkan ini.(den) Editor : Super_Admin