Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sungai yang Kotor Saat Surut Berpadu dengan Keberuntungan

Super_Admin • Rabu, 3 Maret 2021 | 08:51 WIB
MENCARI IKAN: Bujang salah satu warga Pontianak yang masih mencari ikan di Sungai Kapuas. HARYADI/PONTIANAKPOST
MENCARI IKAN: Bujang salah satu warga Pontianak yang masih mencari ikan di Sungai Kapuas. HARYADI/PONTIANAKPOST
Sungai Kapuas pagi itu tengah surut. Tampak kotor. Sampah buangan limbah masyarakat menggenang begitu saja. Bujang, lelaki sepuh yang sehari-hari memukat ikan, optimis menggantungkan nasibnya di sungai itu. Berharap nasib selalu berpihak, karena ikan-ikan yang sangkut di pukat, menjadi ladang rezeki baginya.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

LANGIT Pontianak pagi kemarin masih berselimut asap, imbas kebakaran lahan yang terjadi beberapa hari ini. Bujang lelaki berumur 70 tahun sudah turun memukat. Menggunakan sampan, ia menyisiri tepian Sungai Kapuas, yang volume airnya tengah surut. Sampah rumah tangga dan sampah bekas jualan pedagang di tepian waterfornt menggenang di Sungai Kapuas. Bujang tak pedulikan itu.

Baginya, hasil pukatan ikan lebih penting. Karena di Sungai Kapuas inilah, ia menaruhkan harapan. Berharap ikan-ikan dapat terjaring di pukatnya. Bila hari beruntung Bujang, ikan dapat dijual. Namun bila hasil pukatan sedikit, lumayan buat menambah lauk sehari-hari ia dan keluarga.

Bujang tinggal di Gang Orde Baru II, Kecamatan Pontianak Timur. Di usia senjanya, ia tak lagi mampu bekerja sebagai tukang. Lagipula, ketujuh anaknya tak mengizinkannya bekerja. Estafet tanggung jawab menafkahi orang tua sekarang ditanggung anak-anaknya.

Ia melanjutkan, sebenarnya untuk memukat ikan di Sungai Kapuas, sudah tidak dibolehkan anak-anaknya. "Tapi saya tak bisa seperti itu. Sudah terbiasa bekerja. Dari pada diam di rumah, lebih baik saya mukat ikan. Hasil ikan yang didapat bisa dijual," ujarnya.

Jika hari sedang berpihak. Kadang ia bisa mendapatkan dua sampai tiga kilogram ikan jenis baung dan juare perhari. Tetapi sebaliknya, jika sedang sepi kadang tak ada ikan yang mau sangkut di pukatnya. "Biasa ada, biasa tidak (ikan). Namanya barang raib, tak tentu," ujarnya.

Hasil pukatan ikan yang didapat dijual ke warga tak jauh dari tempat tinggalnya. Untuk harga sekilo ikan jenis baung, ia patok Rp50 ribu. Sedangkan untuk jenis ikan juare, sekilonya Rp25 ribu.

Di masa tuanya, ia betul-betul menikmati aktivitasnya sebagai pemukat ikan di Sungai Kapuas. Dalam hati, setiap turun memukat, selalu berdoa agar tetap selamat dan tentunya hasil pukatan ikan bisa melimpah.(*) Editor : Super_Admin
#Memukat Ikan