MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
SEJAK remaja, Slamet hobi menanam segala jenis sayuran dan tanaman hias. Hobi tersebut dilakukannya dengan hati. Di tangan dinginnya, terbilang banyak tanaman tumbuh subur di pekarangan rumahnya.
Karyawan sebuah supermarket besar di Pontianak ini, kerap menghabiskan waktu liburnya dengan menanam segala jenis tanaman. Mulai dari tanaman hias, hidrophonik hingga beberapa jenis sayuran sudah dicoba.
Hobi menanam makin intens sejak tahun lalu. Beberapa bulan setelah Covid-19 menyapa. Aturan pemerintah agar masyarakat berdiam diri di rumah, membuat ia makin keranjingan menanam. "Iseng-iseng tanaman yang telah tumbuh subur ini, saya jadikan status di WhatsApp. Eh, ternyata banyak yang minat," ujar Slamet saat ditemui di kediamannya Gang Bawadi, Jalan Urai Bawadi, Pontianak, kemarin.
Minat masyarakat untuk bercocok tanam kata dia, memang tinggi saat pandemi covid-19. Mungkin disebabkan karena aturan diam di rumah dulu. Melihat animo masyarakat bercocok tanam di tengah covid tinggi, iapun iseng membuat media tanam. Tujuan pembuatan media tanam, sebagai bahan dasar pupuk agar tanaman bisa tumbuh subur.
Rencana itupun ia mulai dengan meracik media tanam sendiri. Bahannya dari pupuk kandang ayam ditambah pupuk kandang kambing dan sekam. "Saya coba buat sendiri. Karena media tanam yang saya beli kurang bagus, sehingga tanaman tampak kurang subur," ungkapnya.
Kata Slamet, media tanam yang jadi tak lantas digunakan. Ia harus mengetes dulu dengan alat PH meter. Apabila angkanya di 70 maka media tanam tersebut layak digunakan buat bercocok tanam. Kemudian hasil media tanam itu, ia gunakan sendiri.
Ternyata hasilnya tak mengecewakan. Tanaman tumbuh subur. Postingan demi postingan distatus WhatsApp ia gencarkan. Tak sedikit kerabat bertanya, tentang media tanam yang ia gunakan. Al hasil, iapun kebanjiran pesanan media tanam.
"Sekarung media tanam ini saya hargai Rp 15 ribu. Beratnya kurang lebih 10 kilogram," ujarnya.
Tambahan penghasilan dari media tanam ini muncul ketika covid. Sekarang, setiap hari media tanam yang dijualnya laris manis. Jika direratakan, sebulan bisa seratus karung media tanam terjual. Jikapun tengah sepi, kurang lebih ia bisa menjual 50 karung media tanam.
Hasil nyambi membuat media tanam inipun, sekarang bisa menambah penghasilan dirinya sebagai karyawan supermarket. “Sampai sekarang tetap jalan. Pengerjaan media tanam yang awalnya hanya iseng, kini justru menambah penghasilan saya,” tandasnya.(*) Editor : Super_Admin