“Saya orang pertama yang didatangi petugas Pendataan Keluarga. Ini program BKKBN pusat. Ada banyak pertanyaan dilayangkan pada saya. Utamanya soal pembangunan keluarga,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Kamis (1/4).
Selama proses pendataan berlangsung. Ia melihat si pendata agak gugup. Mungkin karena proses pendataan baru dilakukan kali pertama. Sehingga wajar jika hal itu terjadi. Apalagi saat pendataan online. Sehingga hasil data langsung masuk ke server pusat.
Di Kota Pontianak, terdapat dua ribu pendata yang bakal bertugas melakukan pendataan di enam kecamatan 29 kelurahan, hingga dua bulan ke depan.
Agar pendataan dapat berjalan lancar, iapun meminta pada setiap pendata dapat memiliki strategi dan trik khusus dalam pelaksanaan pendataan ini. ‘Saya pribadi, tadi sempat menghitung waktu proses pendataan. Mulai dari jam delapan lewat satu menit. Selesai jam delapan lewat dua puluh enam menit. Pendataan ini memakan waktu kurang lebih 25-30 menit,” ujarnya.
Kaitan dengan data, tentunya hasil dari Pendataan Keluarga yang dilakukan ini akan menjadi bahan data base Pemkot Pontianak. Sebagai langka buat menindaklanjuti program khususnya yang berhubungan dengan pembangunan keluarga dan kependudukan.
Iapun berharap, pada proses pendataan kali ini, capaian data bisa mencapai seratus persen. Kendala yang terjadi pada pendataan lalu sulitnya mengakses wilayah perdagangan. Sudah tentu menjadi perhatian. Makanya, dalam mendata nanti juga mesti miliki strategi khusus. Sehingga data mereka nanti bisa didapat.(iza) Editor : Super_Admin