Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pegawai Kejaksaan Tinggi Jalani Tes Urin

Super_Admin • Kamis, 8 April 2021 | 09:11 WIB
Berangkat: Sebanyak 180 Personel Satbrimob Polda Kalbar diberangkatkan ke Papua dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua Tahun 2019. HUMAS POLDA KALBAR 
Berangkat: Sebanyak 180 Personel Satbrimob Polda Kalbar diberangkatkan ke Papua dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua Tahun 2019. HUMAS POLDA KALBAR 
BADAN Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Barat melakukan tes urin dadakan kepada seluruh pegawai di lingkungan kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, kemarin. Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Masyhudi mengatakan, pelaksanaan tes urin secara mendadak ini untuk memastikan pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalbar terbebas dari berbagai obat - obatan terlarang.

“Di kejaksaan tugas utamanya merupakan penegakan hukum, penegakan hukum yang tegas, berkeadilan, berkepastian dan berkemanfaatan. Sehingga sebelum kami dari Kejaksaan menegakkan hukum, mendisiplinkan orang, kami memastikan dahulu seluruh pegawai terbebas dari narkoba,” jelasnya.

Dalam proses penegakan hukum, dikatakan Masyhudi, Kejaksaan sangat sering menangani kasus narkoba, dan berbagai barang bukti narkoba kerap dihadirkan. Dengan tes narkoba melalui urin dadakan ini, dinilainya sangat efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dilingkungan Kejaksaan.

“Tindak Pidana itu terjadi karena terkadang ada kesempatan, ada peluang, dan karena ada pengaruh, oleh sebab itu kita selaku ingatkan itu,” tuturnya. Bilamana ada diantara pegawai yang hasilnya positif narkoba, maka pihaknya akan bertindak tegas, namun sebelumnya akan dilakukan penyelidikan , penilaian terlebih dahulu terhadap yang bersangkutan, kemudian akan dilakukan pembinaan. “Pada perkara narkoba ini, terdapat klasifikasi, biasanya pegawai, anak sekolah, yang terlibat narkoba itu merupakan korban. Dan dalam hal ini harus menggunakan hati nurani, bagaimana ini akan kita pilah, apakah korban, penyalahgunaan, pengedar atau produsen,” tuturnya.

Kemudian, Pengolah Data Bidang P2M Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNNP Kalbar, Sri Mulyani  menjelaskan, alat tes urin Narkoba yang digunakan untuk mengetes pegawai dilingkungan Kejaksaan memiliki akurasi hingga 99,9%. Alat tersebut juga mampu mendeteksi 6 jenis zat dari obat - obatan terlarang. “Alat yang digunakan ini akurasinya 99,9%, dan memiliki 6 parameter. Dan hasilnya, 5 menit itu sudah bisa diketahui hasilnya,” tuturnya. (arf) Editor : Super_Admin
#bnn #tes urin #kajati