MARSITA RIANDINI, Pontianak.
SEBANYAK 70 peserta ikut dalam kompetisi usia 50 tahun ke atas ini. Kegiatan di tahun ke tiga ini melombakan cabang tartil atau membaca secara murattal. Meski puasa, para peserta tetap semangat menampilkan suara emasnya.
Peserta berasal dari lima kabupaten kota, yakni Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Sambas, dan Kota Singkawang. Dilaksanakan secara faktual dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Joni Abu dari panitia pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa MTQ Usia Emas yang mereka gelar ini sudah berjalan kali ketiga. Tahun lalu dengan terpaksa tidak mereka laksanakan, karena merupakan masa awal Covid-19.
Sasaran awal kegiatan ini adalah para imam masjid dan ibu-ibu pengajian atau pun majelis taklim. Tujuannya, mereka ingin mengetahui kualitas bacaan di samping tentu saja menjalin tali persaudaraan. Terpenting, mereka ingin membangun semangat untuk belajar membaca Alquran dengan benar. "Dalam kegiatan ini rata-rata diikuti usia 50 – 60 tahun," paparnya.
Joni mengatakan target peserta sebenarnya hanya 50 orang. Namun, diakui dia, antusiasme pendaftar sangat tinggi, sehingga panitia menambah kuota menjadi 70 orang. Kegiatan ini sendiri akan dilangsungkan mereka selama dua hari, 1 – 2 Mei dengan hanya satu kali tampil.
"Musabaqah Tilawatil Qur’an Usia Emas diselenggarakan dalam satu babak saja," kata Joni.
Materi bacaan yang diperlombakan mereka dari juz 1 sampai dengan juz 30. Lama penampilan babak penyisihan, diperkirakan dia sekitar 7 – 8 menit.
Setiap peserta mereka haruskan menyampaikan tiga maqra' bacaan. Maqra bacaan akan diberikan mereka selama 10 menit saat peserta akan tampil. Sedangkan penilaian peserta mereka titik beratkan pada mengenai tajwid, fashohah, lagu, dan suara.
"Selama kegiatan MTQ peserta diwajibkan mentaati protokol kesehatan Covid-19 di antaranya mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mengecek suhu tubuh dan menghindari kerumunan," pungkasnya. (*) Editor : Super_Admin