Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Masa Pandemi, Kecanduan Game Online Semakin Menjamur

Super_Admin • Kamis, 27 Mei 2021 | 09:18 WIB
Tampak beberapa anak sangat serius memainkan game online pada gawainya
Tampak beberapa anak sangat serius memainkan game online pada gawainya
Mata anak laki-laki yang duduk di bangku SMP tersebut masih serius menatap layar gawai. Ibu jari tangan, jari tengah dan hampir semua jari tampak cekatan dan terlatih memencet banyak tombol pada layar handphonenya.Sesekali, ia berbincang dengan lawan mainnya di game PUBG. Perintah Yanti untuk membereskan meja makan diabaikan.

Deny Hamdani-Kubu Raya

Yanti cukup kesal. Ia mengaku anaknya itu bermain game online berjam-jam sejak pandemi Covid-19 muncul. Selain mengabaikan perintah Friska, anaknya juga terkadang tak sedikit peduli tugas sekolah. "Untuk sekarang, agak susah ngaturnya sekarang. Ibu gurunya WhatsApp saya, katanya anak saya kadang tidak mengumpulkan tugas,” kata dia saat berbincang

Memang sudah setahun lebih para pelajar di Indonesia menjalani pembelajaran jarak jauh menggunakan gawai. Interaksi berlebih terhadap gawai di masa pandemi, memang rentan membuat anak kecanduan, terutama Game Online. Apalagi masa Pagebluk Covid-19 seperti sekarang, banyak game yang disajikanoara developer gamenya. "Iya om, banyak game baru bermunculan, selain game-game yang sudah terkenal," ucap Farhan, sang anak.

Di warkop atau kafe memiliki Wifi, anak-anak tampak juga asik menggerakan jemarinya memperhatikan game online pada gawai. Sama seperti anak lainnya, mulut dan jarinya saling bicara untuk meraih kemenangan. "Asik om, teman main banyak dari seluruh Indonesia dan luar negeri," kata Darhan, pelajar SD kelas VI di sebuah warkop.

Kecanduan gawai membuat seorang anak melupakan kegiatan hariannya. Risiko paling parah, anak yang kecanduan game bahkan bisa menyebabkan kematian, seperti yang dialami seorang siswa SMP Subang, Jawa Barat bernama beberapa waktu lalu. Heboh, dia meninggal dunia pada akibat gangguan saraf karena terlalu banyak bermain game online di gawai. "Itu kalau menurut saya, gadget komorbid saja. Faktor penyerta. Jadi, dia mengabaikan faktor keselamatan,” sambung Yanti.

Menurutnya di masa pandemi anak-anak sangat rentan menjadi pecandu gawai. "Pandemi ini anak-anak kekurangan aktivitas ya. Kalau sekolah, dia banyak aktivitas, capek, mungkin anak lebih nyenyak tidur," katanya.

Dia menyebutkan bahwa cara mengatasi anak kecanduan gawai atau game online adalah orang tua perlu introspeksi perihal hubungannya dengan anak, terutama dalam pola komunikasi. Ia memberikan beberapa contoh yang dapat dilakukan orang tua.

Pertama, memodifikasi cara berkomunikasi dengan anak tentang gawai, seperti mendiskusikan waktu bermain game. Kedua, mengalihkan dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, dengan melibatkan orang tua. Ketiga, membuat kesepakatan agar dapat bermain game bersama atau ketika punya waktu luang.

"Makanya sejak beberapa waktu lalu, kami sudah sepakat bahwa bermain game dibolehkan dengan fasilitas wifi di rumah tetapi pekerjaan sekolah dan rumah sudah selesai semua. Waktunya juga tidak boleh lama," ucapnya.

Namun terkadang cara tersebut tidak mempan. Keinginan anak untuk bermain game online dengan durasi waktu lama masih sangat tinggi. Makanya akan sangat tepat untuk meminta bantuan pada tenaga ahli . Di sisi lain, kegiatan seperti pengajian sore juga saya perketat.

Ibu pekerja di BUMD ini menyebutkan bahwa literasi digital cukup penting. Tujuannya agar anak-anak bisa punya aktivitas produktif dan mengerti bahaya menggunakan gawai. "Sekolah juga wajib melakukan literasi digital supaya tidak terperosok pada kecanduan gawai," katanya.

Yang memang perlu digaris bawahi adalah peran penting orang tua, yang harus mengawasi ketat anaknya agar tak ketergantungan pada gawai. Batas maksimal seorang anak menggunakan gawai adalah dua jam per hari. Seorang anak dikatakan adiktif jika lebih dari dua jam berturut-turut sibuk dengan gawai.

"Kalau anak-anak dibiarkan tiap hari, itu kan ada unsur adiktifnya. Nah, sebenarnya paling aman cukup di weekend. Dia enggak sekolah, santai," ujarnya.

Orang tua, lanjutnya, juga harus menjadi teladan yang baik bagi anak, terutama dispilin menggunakan waktu."Kadang kita melarang, tapi tidak memberikan pemahaman tentang pentingnya prestasi, kemandirian, dan sebagainya," kata dia.

Seorang anak yang kecanduan gawai, katanya, bisa diatasi dengan terapi perilaku, dengan cara mendisiplinkan jadwal keseharian anak. "Adanya punishment dan reward. Jadi bahasanya, misalnya, hanya pegang handphone selama satu jam sehari akan diberikan hadiah. Yang penting perilakunya terkontrol," kata dia.

Hal penting lain adalah tidak mengenalkan gawai pada anak usia dini. Ia mengatakan, kemampuan psikologis anak bisa terlambat jika sudah menggunakan gawai sejak usia dini.

"Misalnya, dia enggak bisa bersosialisasi, jadi penakut ketemu orang," ucapnya.

Berdasarkan survei KPAI Pusat yang dilakukan terhadap anak dan orang tua di 34 provinsi pada 2020, ada tren peningkatan penggunaan gawai di masa pandemi. Hasil survei itu juga menunjukkan, sebanyak 79% anak tidak mendapatkan aturan terkait penggunaan gawai. Lalu, 34,8% anak bermain gawai dua hingga tiga jam per hari. Kemudian, 25,4% anak bermain gawai lebih dari lima jam di luar belajar.

Selanjutnya, sebanyak 70% anak diizinkan menggunakan gawai selain untuk belajar dan 71,3% anak memiliki gawai sendiri. Dari segi usia, anak umur 10-12 tahun sebanyak 48,3% menghabiskan waktu bermain game di gawai. Sementara anak berusia 13-15 tahun sebanyak 59,4% menggunakan gawai untuk menonton YouTube. Sedangkan anak berumur 16-18 tahun sebanyak 68% sibuk bermedia sosial dan 67,4% menonton YouTube.

Anak laki-laki lebih banyak menghabiskan waktu bermain game, yakni 65,7%. Sebesar 55% anak memilih game online. Dari jenis game online yang sering dimainkan, 26% adalah game perang, 16% petualangan, 12% edukasi, 6% olahraga, 3% kekerasan, dan 1% percintaan. Editor : Super_Admin
#kecanduan gawai