Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dokter Orthopedi Hanya Ada Tujuh di Kalbar

Super_Admin • Senin, 28 Juni 2021 | 09:48 WIB
Dr Gede Sandjaya SpOT ( K )
Dr Gede Sandjaya SpOT ( K )
Jumlah dokter orthopedi di Kalimantan Barat baru berjumlah tujuh orang. Enam diantaranya bertugas di Pontianak, dan satu di Singkawang.

Demikian disampaikan Spesialis Orthopedi, Dr Gede Sandjaya SpOT ( K ) kepada Pontianak Post.

Jumlah tersebut, lanjut dia tentu sangat kurang untuk melayani masyarakat. Sementara kasus yang ditangani cukup tinggi. Mulai dari kecelakaan, cedera, patah tulang, hingga kerusakan sendi.

Hal ini, mengharuskan para dokter terus-menerus memperbarui ilmu. Mengikuti perkembangan terbaru bidang orthopedi.

"Kami selalu mengupdate ilmu baru.  ada yang ke Eropa ada yang Amerika. Kalau saya di AAOS. Disitu semua bidang orthopedi ada ditampilkan. Kita bisa belajar. Belajar disitu kita bayar," paparnya.

Menurut Gede, orthopedi di Indonesia sudah semakin berkembang. Banyak kasus yang sudah bisa ditangani. Peralatan yang digunakan juga canggih bahkan berstandar Internasional. Sayangnya, banyak masyarakat yang lebih percaya berobat ke luar negeri. Jika ditinjau dari harga bisa jauh lebih mahal.

"Hanya saja orang kita itu banyak yang luar negeri minded," jelasnya.

Di masa pandemi ini, kata Gede banyak pasien yang  awalnya terpaksa berobat di Pontianak, karena tidak memungkinkan ke luar negeri. Namun akhirnya mereka puas dengan hasilnya. Tak hanya itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih murah.

Para dokter, kata dia terus mengembangkan keahliannya masing-masing. Ada yang fokus ke tulang punggung dan tulang leher, ada juga yang fokus ke sendi lutut dan pinggul, serta pada anak-anak. "Kami di Pontianak ini sudah banyak mengerjakan kasus ganti sendi lutut,"paparnya.

Seperti di luar, kata dia dalam operasi juga membentuk tim. Ada dokter bius, dokter bedah, dokter jantung,  kadang dokter juga melibatkan dokter paru-paru. Harapannya, kata dia dokter-dokter Indonesia lebih kompak dan bersatu dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

"Kami disini juga membentuk tim. Saling bertanya," pungkasnya. (mrd) Editor : Super_Admin
#Dokter Orthopedi