Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wujud Penghormatan Terakhir

Super_Admin • Selasa, 3 Agustus 2021 | 11:59 WIB
Photo
Photo
Kremasi atau pengabuan jenazah adalah salah satu penghormatan terakhir terhadap keluarga maupun leluhur. Di Pontianak, metode ini kurang populer dibanding dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Namun, selama pandemi Covid-19, metode ini kian diminati. Tidak sedikit warga, khususnya keturunan Tionghoa yang meminta jenazah keluarganya dikremasi. Lantas, bagaimana prosesnya? 

KATA kremasi diambil dari bahasa Inggris yaitu ”cremate”. Kata ini berasal dari bahasa Latin “cremare” pada akhir abad ke-19 yang berarti bakar. Kata cremate sendiri berarti disposisi jenazah.

Sebelum melakukan kremasi, hal yang perlu dibereskan terlebih dahulu ialah segala dokumen administrasi tentang kremasi dan pemeriksaan terhadap jenazah yang dilakukan oleh tenaga medis. Setelah jenazah sudah diperiksa dan surat izin telah keluar barulah proses kremasi dapat dilaksanakan.

Photo
Photo
Peletakan peti jenazah /Foto Arief Nugroho

Photo
Photo
Proses pembakaran jenazah /Foto Arief Nugroho

Prosesnya diawali dengan melakukan pemanasan pada tempat pembakaran selama satu sampai dua jam. Lama kremasi akan ditentukan oleh ukuran dan berat dari jenazah. Biasanya berlangsung sekitar empat hingga lima jam. Suhu pembakaran berkisar antara 1600°F-1800°F (760°C-980°C).

Pada proses kremasi ini, semua benda akan hancur kecuali beberapa potongan tulang dan benda-benda seperti perhiasan, pen tulang dan engsel peti. Setelah pengkremasian selesai, tahap pendinginan akan dimulai.

Photo
Photo
Pemilahan tulang sebelum pengemasan/Foto Arief Nugroho

Photo
Photo
Pengemasan abu jenazah/ Foto Arief Nugroho

Usai pendinginan, abu dari kremasi dikumpulkan. Tulang-tulang yang tidak hancur, seperti tulang pipa dan tulang keras lainnya akan diproses lebih lanjut ke dalam kremulator (mesin penghalus abu), sampai menjadi sehalus tepung yang berwarna putih abu-abu.

Photo
Photo
Usai pengemasan, abu jenazah diletakkan di atas altar atau meja./ Foto Arief Nugroho

Photo
Photo
Columbarium (tempat penyimpanan abu jenazah)/ Foto Arief Nugroho

Kemudian, abu yang telah halus dimasukkan ke dalam guci atau tempayan. Selanjutnya,  guci dimasukkan ke dalam kotak abu yang telah dipilih. Abu jenazah tersebut biasanya dibawa pulang oleh keluarga untuk disimpan atau dilarung ke laut. Ada juga yang disimpan di rumah abu atau columbarium. (*) Editor : Super_Admin
#Kremasi Jenazah