Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kolam Akuaponik Peluang Usaha di Masa Pandemi

Super_Admin • Selasa, 10 Agustus 2021 | 10:47 WIB
PELATIHAN: Peserta pelatihan dan Penyuluhan Pengembangan Produk Value Added berfoto bersama. Istimewa
PELATIHAN: Peserta pelatihan dan Penyuluhan Pengembangan Produk Value Added berfoto bersama. Istimewa
PONTIANAK – Dosen dan Teknisi Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Jurusan Ilmu Kelautan dan perikanan Politeknik Negeri Pontianak melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Sabtu (31/7).

Kegiatan PKM dengan judul pengembangan olahan produk value added dengan memanfaatkan kolam akuaponik sebagai peluang usaha pada masa pandemi Covid-19 di RT 011/RW 006 Desa Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya.

Sasaran peserta pelatihan dan penyuluhan adalah masyarakat yang memiliki usaha dan masyarakat setempat. Kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini dibuka Ketua RT 011/RW 006, Tri Rahayu. Kegiatan ini diisi beberapa materi dari Tim PKM antara lain pendampingan mitra usaha dalam pembuatan kolam akuaponik.

Pembuatan kolam akuaponik ini sebagai percontohan agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan perkarangan rumah sehingga bisa membudidayakan ikan dan sayuran dalam sistem akuaponik. Selain itu, dilakukan juga pelatihan mengenai inovasi produk berbasis ikan nila. Dengan inovasi produk perikanan ini diharapkan masyarakat atau UMKM bisa memanfaatkan hasil dari budidaya menjadi produk yang bisa dikonsumsi atau dijual.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Evi Fitriyani menyatakan tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu sebagai transfer ilmu kepada masyarakat dan mendorong masyarakat untuk berinovasi teknologi dengan memanfaatkan hasil budidaya ikan dan sayuran menjadi produk olahan yang siap untuk dikonsumsi.

Pada PKM ini juga diberikan materi mengenai labelling dan pemasaran produk. Tujuannya agar masyarakat mendapat pengetahuan mengenai sistem pelabelan dan strategi pemasaran sehingga bisa menembus pasar. Selain itu, masyarakat dan mitra juga mendapat pengetahuan mengenai analisis usaha, sehingga diharapkan dapat menghitung analisis usaha yang akan dikembangkan nanti.

Untuk melihat keberhasilan program kegiatan PKM, para peserta pelatihan diminta memberikan feedback dengan mengisi kuesioner kegiatan sebelum pelaksanaan kegiatan PKM dan sesudah pelaksanaan kegiatan PKM.

Kuesioner tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan terkait persepsi masyarakat mengenai akuaponik, pemasaran dan produk inovasi.

“Harapan dari kegiatan PKM diharapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan ilmu dan teknologi yang sudah diberikan sehingga bisa membantu masyarakat dalam berinovasi dengan memanfaatkan lahan perkarangan rumah masing-masing dan hasilnya bisa dimanfaatkan menjadi suatu produk olahan yang dapat memberikan nilai gizi pada masa pandemi,” harap Dosen Prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan ini.(mse/ser) Editor : Super_Admin
#PKM POLNEP