Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan faktor ketidakharmonisan, tidak bertanggung jawab, dan alasan ekonomi menjadi penyebab utama perceraian di Indonesia. Ma’ruf mengungkapkan data Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung tersebut saat diskusi virtual dan Deklarasi Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan untuk Meningkatkan Kualitas Anak, Pemuda, Perempuan, dan Keluarga, Kamis (18/3/2021). Pernyataannya kemudian disiarkan melalui wapresri.go.id.
Di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kasus perceraian menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun walaupun pasangan suami-isteri telah menjalani bimbingan konseling pranikah. Bukti terlihat dari jumlah perkara yang ditangani Pengadilan Agama Pontianak https://www.pa-pontianak.go.id/.
Pada 2017 tercatat sebanyak 1.514 perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Pontianak, dan 1.575 perkara pada 2018. Sementara itu, pada 2019 sebanyak 1.709 perkara, dan pada 2020 sebanyak 1.612 perkara.
Karena itu, resep jurnalisme data ini hendak menelusuri lebih jauh mengenai faktor utama penyebab perceraian di Kota Pontianak. Informasinya diolah dari data Pengadilan Agama Pontianak yang dipublikasikan pada situs https://www.pa-pontianak.go.id/.
Pengadilan Agama Pontianak mengurusi perkara perkawinan, termasuk perceraian untuk pemeluk Islam. Untuk melihat kecenderungan penyebab perceraian tersebut, resep jurnalisme data ini mengolah data 2017-2020 atau dalam empat tahun terakhir.
Sumber dan Akses Data
Penggalian data dimulai dengan membuka https://www.pa-pontianak.go.id/. Laman tersebut menyajikan sejumlah menu pada halaman utama. Situs https://www.pa-pontianak.go.id/ diakses pada 20 Oktober 2021.
Lalu, pilih menu ‘Layanan Publik’, dan klik ‘Laporan Penyebab Terjadinya Perceraian’. Laman kemudian langsung menyajikan informasi data faktor penyebab terjadinya perceraian pada 2021, dan 2020, serta 2017-2020. Data 2020, dan 2021 dalam format pdf, sedangkan 2017-2020 dalam bentuk spreadsheet berformat excel.
Pengambilan Data
Resep jurnalisme data ini hanya mengambil dan menganalisis data 2017-2020 karena data 2021 belum tersaji lengkap. Pengambilan data 2017-2020 dengan cara menyalin kembali sajian data tersebut google spreadsheet baru supaya bisa disunting dan diolah kembali.
Untuk menyalin data tersebut, dibutuhkan akses masuk melalui email. Caranya ialah dengan menekan tombol ‘Login’ di pojok kanan atas pada halaman ‘Laporan Penyebab Terjadinya Perceraian’. Lalu, masukkan alamat email pribadi berserta kata kuncinya. Halaman tersebut pun langsung menampilkan keseluruhan data 2017-2020.
Langkah berikutnya ialah dengan mengklik menu ‘File’ pada spreadsheet tersebut, dan pilih ‘Buat Salinan’ atau ‘Make a Copy’. Setelah itu, muncul keterangan salinan dokumen serta pemilihan folder penyimpanan pada kotak dialog, dan tekan ‘Ok’. Data tersebut pun siap diolah pada google spreadsheet baru.
Mengolah dan Analisis Data
Data Faktor Penyebab perceraian 2017-2020 pada spreadsheet baru tersaji dalam tabel tahunan untuk setiap sheet. Setiap tabel memuat kolom bulan dan penyebab-penyebab perceraian. Penyebab tersebut, di antaranya zina, mabuk, madat, judi, dan poligami.
Empat sheet tersebut kemudian digabung dalam satu sheet baru. ‘Pilih tanda (+) pada pojok kiri bawah google spreadsheet, klik kanan pada pada nama sheet tersebut, dan ganti dengan ‘Master 2017-2020’.
Setelah itu, aplikasikan rumus ‘Query’ pada sheet ‘Master 2017-2020’ untuk memfiltrasi data berdasarkan total setiap faktor penyebab perceraian pada setiap setiap tahun. Ketik =QUERY pada sel A1 pada sheet ‘Master 2017-2020’, dan klik ke sheet ‘2017’.
Kemudian, blok sel B21-O21 dan tekan ‘Enter’ sehingga data tersebut muncul pada data sheet ‘Master 2017-2020’. Ulangi seluruh rangkaian pengaplikasi rumus ‘Query’ tersebut untuk data 2018, 2019, dan 2020.
Penerapan ‘Query’ lebih praktis karena lebih cepat dalam mengabungkan sejumlah sheet daripada rumus lain.
Setelah seluruh data penyebab percerian selama empat tahun terkumpul pada sheet ‘Master 2017-2020’, jumlahkan setiap kolom faktor penyebab perceraian. Aplikasikan rumus =SUM(C3:C6) pada sel C7.
Terapkan rumus serupa pada kolom D7 hingga N7 untuk mendapat total jumlah setiap faktor penyebab perceraian.
Penyebab Utama Perceraian
Berdasarkan hasil analisis data, perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus menjadi peyebab terbanyak perceraian pada setiap tahun di Kota Pontianak. Jika akumulasikan, jumlahnya mencapai 3.185 kasus pada 2017-2020 atau selama empat tahun terakhir.
Penyebab terbesar berikutnya ialah masalah ekonomi, dengan 493 kasus; dan meninggalkan salah satu pihak, dengan 125 kasus. Selanjutnya, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), sebanyak 112 kasus; dan poligami, 28 kasus.
Tren Penyebab Perceraian
Untuk mendapat gambaran lebih jelas mengenai tren penyebab perceraian di Kota Pontianak, hasil analisis data tersebut divisualisasikan melalui diagram. Langka pertamanya ialah blok seluruh isi Tabel Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian di Kota Pontianak 2017-2020 (Sheet ’Master 2017-2020)’. Kemudian, klik menu ‘Sisipkan’ atau ‘Insert’ pada toolbar, dan pilih ‘Diagram’.
Setelah ‘Diagram’ diklik, langsung muncul jenis diagram garis. Selanjutnya klik ‘Editor Diagram’, yang terdapat pada sisi kanan lembar kerja. Tahapan penyuntingan langsung mengarahkan pada menu pilihan ‘Siapkan’, dan merekomendasikan jenis diagram garis. Pastikan kode ‘A1:N6’ tercantum sebagai rentang datanya. Jika tidak, ubah secara manual rentang data tersebut sesuai keseluruhan isi tabel.
Kemudian, klik kembali ‘Editor Diagram’, dan pilih ‘Sesuaikan’. Lalu isi kolom ‘Judul Diagram & Sumbu’ dengan ‘Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian di Kota Pontianak Tahun 2017-2020’.
Diagram garis akan menampilkan tren perkembangan seluruh penyebab perceraian dalam empat tahun terakhir di Kota Pontianak (2017-2020). Untuk mencari lima penyebab utamanya, lakukan filtrasi data. Klik ‘Editor Diagram’, dan pilih ‘Rangkaian’. Kemudian, pilih ‘Zina’, dan klik kanan sehingga muncul perintah untuk membuang rangkaian tersebut. Lakukan cara yang sama untuk mengeliminasi faktor perceraian lain, yakni mabuk, madat, judi, dihukum penjara, cacat badan, kawin paksa, dan murtad.
Untuk kepentingan memublikasian, unduh hasil akhir diagram tersebut untuk disimpan sebagai arsip atau file. Klik ‘Editor Diagram’, dan pilih ‘Download’. Lalu pilih ‘Gambar PNG (.png)’, dan namai serta simpan pada folder di komputer.
Berdasarkan diagram garis tersebut, perselisihan dan pertengkaran terus-menerus yang menjadi penyebab utama perceraian di Kota Pontianak, cenderung menurun pada 2020. Tren untuk kasus itu sebelumnya cenderung meningkat pada 2017-2019.
Kondisi serupa terjadi pada faktor ekonomi. Namun, trennya sempat menurun pada 2018, sebelum melonjak pada 2019, dan menurun kembali pada 2020.
Faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meninggalkan salah satu pihak, dan poligami pun menurun pada 2018-2019. Kecuali faktor meninggalkan salah satu pihak, kecenderungannya kembali meningkat pada 2020.
Penulis: Haryadi Editor : haryadi