Rektor UPB Purwanto menyatakan komitmennya mendukung pengendalian penularan Covid-19 di daerah ini. Paling utama menurutnya adalah mendisiplinkan civitas akademika untuk mematuhi standar prokes sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Gedung Convention Centre yang baru saja dibuka, dipastikan sudah siap melakukan hal tersebut untuk operasionalnya. Bahkan sejak lama UPB memiliki Satgas khusus Covid-19 untuk lingkungan kampus.
"Gedung ini dirancang dengan daya tampung 1.500 lebih, namun kondisi Covid-19 maksimal 300 tamu. Kalau dalam event dan seminar maksimal 50 persen (dari kapasitas) kecuali ada event dengan rekomendasi Satgas untuk perhelatan lainnya," ungkapnya usai acara soft opening gedung Convention Centre UPB.
Proses pembangunan gedung tersebut disebutkan dia memakan waktu sekitar satu tahun tiga bulan. Semua bisa terwujud atas dukungan yayasan dan keluarga besar UPB. Sementara untuk pemanfaatannya gedung itu terbuka untuk umum. Bahkan dinilai sangat representatif sebagai gedung pertunjukan.
"Replika Indonesia tercermin dari ornamen-ornamen dalam gedung. Mencerminkan mahasiswa kami berasal dari bebagai agama, etnis, golongan dan lainnya. Dan tidak hanya warga Kalbar, tapi ada juga warga luar daerah," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Panca Bhakti Garuda Wiko berharap keberadaan gedung tersebut dapat menambah pelayanan kepada mahasiswa. Sekaligus menjadi fasilitas penunjang kegiatan-kegiatan pendidiakan dan lain sebagainya.
"Saya harap gedung ini menjadi showcase bagi pendidik untuk menampikan apa saja yang sudah dilakukan, baik dalam proses belajar mengajar, hasil diskusi, hasil riset yang produktif. Di samping gedung ini bisa menjadi income genarator UPB, dengan pemanfataan atau optimasi aset," harapnya.
Garuda yang juga Rektor Untan itu menilai sinergitas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seperti UPB sangat dibutuhkan. Karena masing-masing menurutnya punya peran. Apalagi tidak semua PTN bisa menampung calon mahasiswa sementara penduduk usai kuliah juga terus bertambah.
"Saya kira ini sesuatu yang sangat baik apabila kami bekerjasama dan berdiskusi bagaimana cara meningkatkan layanan akademi agar lulusan benar-benar relevan dan dapat bersaing, baik kompetensi maupun kapabilitas. Kami dari yayasan sangat berterima kasih kepada pembina yang sangat berperan dan Pak Rektor yang sudah bekerja keras, mari jadikan UPB sebagai kebanggaan Kalbar," ajaknya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Panca Bhakti Rihat Natsir Silalahi mengaku bangga atas pencapaian UPB saat ini yang merupakan PTS tertua di Kalbar. Menurutnya gedung Convention Centre merupakan infrastruktur yang menjadi kebutuhan.
"Hadirnya infrastruktur ini bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat Kalbar, agar alumni bisa berdaya saing, unggul dan bisa menerima transformasi, katakanlah mempersiapkan diri untuk memasuki revolusi digital," harapnya. (bar) Editor : Super_Admin