Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Permainan Mini 4WD Kian Menggeliat di Pontianak

Siti • Minggu, 29 Mei 2022 | 12:48 WIB
Mini 4WD melaju berlomba di sirkuit.
Mini 4WD melaju berlomba di sirkuit.
Permainan mini 4WD yang pernah populer di era 90-an ternyata masih banyak penggemarnya. Pandemi Covid-19 justru membuat permainan tersebut semakin menggeliat. Bahkan, terus eksis hingga saat ini.

Oleh : Siti Sulbiyah

Suara mesin dinamo terdengar jelas memenuhi arena permainan mini 4WD. Desingan suara akibat gesekan antara mobil-mobilan dan sirkuit kian meriuhkan suasana saat itu. Puluhan orang memenuhi arena permainan. Ada yang sibuk mengotak-atik mobil layaknya seorang montir. Ada pula yang sibuk menjejal mini 4WD ke sirkuit yang penuh dengan kelokan tersebut.

Mereka adalah para peserta yang mengikuti seri terakhir kompetisi mini 4WD yang digelar di Kantin Bu Tjutju, Jl. Halmahera I, Pontianak, Sabtu lalu. Para peserta merupakan pehobi tamiya, sebutan populer mainan mini 4WD. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kalbar seperti Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Mempawah, Sekadau, dan lain sebagainya.

“Dari seri satu sampai saat ini, ada sekitar 40 tim yang berpartisipasi. Dalam satu tim terdiri dari 3-6 orang,” kata Bogel, panitia pelaksana kegiatan.

Bogel merupakan pehobi mini 4WD sejak lama. Menurutnya, perkembangan permainan mini 4WD di Kalbar mengalami pasang surut. Permainan ini pernah melejit di tahun 2000an karena digaungkan lewat film kartun Let’s and Go. Saat itu, baik anak-anak maupun orang dewasa senang dengan mainan yang satu ini. 

Beberapa tahun ke belakang, permainan ini sempat meredup. Hanya yang benar-benar hobi saja yang masih memainkan mainan ini. Kompetensi memang ada digelar. Tapi pesertanya sangat terbatas. Namun, saat pandemi Covid-19, permainan ini kembali menjadi tren. Utamanya saat memasuki tahun 2020.

Photo
Photo
WARNA-WARNI: Tak hanya laju di sirkuit yang menarik perhatian, warna-warni juga membuat mini 4WD terlihat unik.

Bogel menceritakan, tahun 2021 kompetisi mini 4WD di Kalbar kembali digelar. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kategori tahun ini lebih bervariasi. Ada penambahan kategori atau kelas baru. Itu pula yang menyebabkan tahun ini peserta yang ikut melonjak bila dibandingkan dengan gelaran yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

“Sejak 2021, ada kelas baru yaitu Side Damper Class. Kelas ini termasuk kelas menengah. Mungkin karena menengah dan harganya terjangkau sekitar Rp2-3 juta, makanya kawan-kawan mulai bermain kembali,” ucapnya.

Side Damper sendiri masuk dalam kategori Standard Tamiya Original (STO). Mini 4WD sendiri terdiri dari beragam kategori. Beberapa di antaranya adalah Standard Tamiya Box (STB), Standard Tamiya Cross Box (STCB), dan lain sebagainya. Setiap kategori terbagi lagi menjadi beberapa kelas.

Bogel menjelaskan, ada dua tipe pehobi tamiya. Pertama ada yang menjadi builder, atau bagian mekanik. Builder berperan untuk membangun komponen-komponen mini 4WD hingga siap dimainkan ke arena sirkuit. Sementara tipe kedua adalah racer. Perannya adalah sebagai pebalap yang memainkan mini 4WD di sirkuit. 

“Si pebalap ini harus jeli melihat mobilnya bermasalah di mana. Baik builder atau racer, keduanya harus bisa sinkron dalam satu tim,” imbuhnya.

Permainan mini 4WD menurutnya tak sekedar tentang mobil siapa yang paling laju. Sebab, mobil yang laju pun bisa keluar dari sirkuit dan mengalami kerusakan. Karena itu, memainkan mini 4WD membutuhkan strategi dalam menyusun komponen-komponen di dalamnya. Hal itu agar mobil melaju dengan mulus, seimbang, dan tidak mengalami ringsek.

“Jadi ada ilmu matematika, fisika, dan kimia yang kita implementasikan ke dalam tamiya. Itu perhitungannya harus tepat,” pungkasnya.

Kompetisi mini 4WD yang telah dimulai tahun lalu tersebut seolah menjawab harapan para pehobi tamiya. Jeffi Akbar salah satunya. Sejak lama ia sangat senang dengan permainan balap-balapan mobil mainan tersebut.

“Senang mini 4WD sudah lama sekali. Sempat vakum bermain, tapi pas pandemi main lagi karena kitanya juga bosan banyak di rumah,” ucapnya.

Jeffi mengatakan, pengguna tamiya lebih populer di kalangan masyarakat. Namun sebenarnya tamiya merupakan sebuah merek dagang. 

"Tamiya itu merek, dan tidak cuma mini 4WD produk keluarannya karena masih banyak produk lain. Tetapi untuk mini 4WD yang banyak dipakai di sini memang merek Tamiya," katanya.

Jeffi menceritakan, saat ini ada beberapa tim mini 4WD di Pontianak. Kira-kira 20-30 tim dengan jumlah anggota yang bervariasi. Tim yang dibentuk Jeffi, memiliki sekitar 20 anggota. Tim-tim tersebut, tergabung dalam satu komunitas.

Dalam setiap kompetisi, tim akan mengutus siapa saja dari anggotanya yang akan bertanding. Sebelum tanding, setiap tim akan melakukan persiapan seperti latihan, serta mempelajari sirkuit yang akan dijejal nanti. 

Dengan adanya kompetisi ini Jeffi berharap permainan mini 4WD semakin banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat. Permainan ini menurutnya bisa menjadi sarana hiburan sekaligus memperkuat silaturahmi dengan sesama pehobi.

Jeffi berharap permainan mini 4WD semakin dikenal masyarakat dan mendapatkan dukungan dari pemerintah. Permainan ini menurutnya bisa dikategorikan sebagai olahraga rekreasi. Seperti e-sport, permainan ini selayaknya juga dikompetisikan dalam ajang-ajang resmi seperti Pekan Olahraga Nasional, dan lain sebagainya.** Editor : Siti
#mini 4WD #tamiya